INHIL-Pelantikan sejumlah pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang dilaksanakan pada Rabu 24/12/2025 di Aula Kantor Bupati Inhil menuai sorotan dari berbagai kalangan.
Proses pengangkatan pejabat tidak lagi mengedepankan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan keahliannya, melainkan lebih mengutamakan kedekatan keluarga serta relasi pribadi.
Informasi yang terhimpun dari sumber Internal yang enggan disebut nama mengatakan, pelantikan pejabat SKPD kali ini sarat praktik nepotisme. Sumber berinisial M menyebutkan bahwa sejumlah jabatan strategis diduga telah “diatur” untuk diisi oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki hubungan kekerabatan dengan pejabat berpengaruh di Kabupaten Inhil.
“Pelantikan ini bukan lagi soal kemampuan dan rekam jejak, tapi lebih kepada siapa yang dekat secara keluarga. Bahkan setelah dilantik, posisi-posisi di bawahnya juga akan dibagi-bagi lagi berdasarkan bisik-bisik dan kedekatan,” ujar sumber M.
Menurutnya, kondisi ini sangat berbahaya bagi tata kelola pemerintahan daerah. Jika pengisian jabatan tidak berdasarkan prinsip merit system, profesionalisme birokrasi akan semakin tergerus dan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik.
“Kalau sudah seperti ini, jangan harap pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal. Yang terjadi justru penyalahgunaan wewenang dan kepentingan pribadi,” tambahnya.
Sejumlah warga yang kami temui dan wawancarai di beberapa kedai kopi di Kota Tembilahan juga menyuarakan harapan agar Pemerintah Kabupaten Inhil dan instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pelantikan tersebut.
Mereka meminta agar prinsip merit system benar-benar diterapkan, sehingga setiap pejabat SKPD yang dilantik memiliki kapasitas, integritas, dan kompetensi sesuai bidang tugasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil, Tantawi Jauhari, saat dikonfirmasi terkait dugaan adanya hubungan kekerabatan antara pejabat SKPD yang dilantik dengan Bupati, Wakil Bupati, maupun keluarga Sekda, belum memberikan penjelasan.
Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Tantawi Jauhari hanya menjawab singkat, “Alaikumsalam,” tanpa memberikan klarifikasi atas pertanyaan yang disampaikan. (Thonk)
