Tembilahan - Seorang honorer tenaga teknis di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Risdaleni (47), tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menerima surat keputusan (SK) sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW), Senin (29/12/2025) dihalaman Kantor Bupati Inhil Jalan Akasia.
Risdaleni menjadi satu dari total 3.983 PPPK PW non-ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir yang menerima SK secara simbolis dari Bupati Inhil H. Herman.
Tenaga tekhis SMP 03 Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu itu tampak meneteskan air mata usai menerima SK. Setelah itu, dia langsung mengirimkan foto memakai baju KORPRI kepada Suaminya. Ada bunga di tangan kanan, dan SK di tangan kiri, saat ia mengirimkan fhoto kepada suami tercinta.
Baju Korpri adalah seragam wajib bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti PNS dan PPPK, kemeja batik berwarna biru dengan lambang Korpri, digunakan setiap tanggal 17 hari bulan, dan pada acara resmi kenegaraan, sebagai simbol identitas, solidaritas, serta semangat pelayanan publik.
Risdaleni bersyukur, setelah menunggu selama 15 tahun menjalani profesi sebagai honorer tenaga tekhis.
“Alhamdulillah, saya bisa mendapatkan SK ini. Terima kasih ya Allah, terima kasih keluarga, sahabat, dan Ibu Kepala Sekolah Anita,” ujar Risdaleni dengan mata berkaca-kaca.
Risdaleni mengisahkan perjalanan panjangnya sebagai honorer tanaga tekhis yang penuh tantangan.
Selain mengabdikan diri sebagai tenaga teknis, ia juga harus membagi peran sebagai ibu untuk buah hatinya yang baru memasuki 4 Tahun usia, sementara sang suami bekerja sebagai wiraswasta.
Ia mengaku hampir menyerah saat belum ada kepastian kebijakan pengangkatan honorer menjadi PPPK. Namun, dukungan dan motivasi dari kepala sekolah membuatnya bertahan hingga akhirnya lolos seleksi.
“Menjadi honorer tenaga tekhnis penuh suka dan duka. Kebahagiaannya adalah melihat murid-murid berkembang, meski dengan segala keterbatasan,” katanya mengakhiri. (THONK)
