GARDAMEDIA.CO.ID, Indragiri Hilir, 6 Januari 2026 – Keberadaan dana pencairan proyek tahun 2025 semakin membuat resah kontraktor di Kabupaten Indragiri Hilir, bak siluman yang kadang timbul untuk menakuti orang, kadang hilang untuk memberi orang kejutan. Begitulah yang kini dihadapi oleh para rekanan.
Setelah semua upaya untuk menghubungi pejabat Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menunjukkan titik buntu, panggilan telepon dan pesan melalui aplikasi chat yang dilakukan kepada pejabat BKAD pun tidak mendapat respons, sehingga menyisakan tanda tanya besar di kalangan kontraktor. Apakah cinta mereka kandas, tergerus oleh janji-janji yang katanya "Tidak akan ada yang namanya TUNDA BAYAR".
Beberapa kontraktor melaporkan bahwa semua nomor kontak pejabat BKAD seakan "mati" saat diminta untuk memberikan klarifikasi mengenai pencairan dana yang tertunda. Situasi ini menambah ketidakpastian yang dialami oleh para kontraktor yang telah menyelesaikan proyek sesuai perjanjian.
"Sangat mengherankan, ketika kami butuh informasi, semua pejabat tidak bisa dihubungi," ungkap salah satu kontraktor, Yan. "Kami hanya ingin jelas mengenai status pencairan, tetapi ini yang kami dapat."
Kondisi ini tidak hanya menciptakan kekhawatiran tentang pencairan dana, tetapi juga menimbulkan kecurigaan mengenai pengelolaan anggaran di lingkungan BKAD. Para kontraktor mendesak agar pemda seger memberikan penjelasan dan membuka komunikasi yang jelas mengenai masalah ini.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada pernyataan resmi dari BKAD mengenai isu yang sedang berkembang. Kontraktor berharap agar pihak berwenang segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini demi kelancaran proyek dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah. (Thonk)
