• Jelajahi

    Copyright © Garda Media
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pipa Gas di Indragiri Hilir Kembali NormalL, ima Hari Pascainsiden Selensen, Aliran Gas Pulih, Produksi Energi Nasional Mulai Stabil

    Kamis, 08 Januari 2026, 18.49 WIB Last Updated 2026-01-08T11:49:14Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Indragiri Hilir, Riau — Setelah sempat terganggu akibat insiden kebocoran dan kebakaran, pipa gas di Desa Selensen, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, kini kembali beroperasi normal. PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) memastikan proses perbaikan pipa gas yang terbakar pada Jumat (2/1/2026) telah rampung dan penyaluran gas kembali dilakukan secara bertahap mulai Kamis (8/1/2026).


    Corporate Secretary PT TGI, Emil Ismail, menyampaikan bahwa selesainya perbaikan tersebut merupakan hasil dari aksi cepat tanggap perusahaan dalam menangani insiden kebocoran pipa gas di ruas Grissik–Duri (GD) KP 222.


    “Perbaikan pipa gas di Indragiri Hilir telah selesai dan saat ini gas kembali dioperasikan secara normal dan bertahap guna memastikan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi,” ujar Emil, Kamis (8/1/2026).


    Ia menjelaskan, proses pemulihan dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Tidak hanya perbaikan fisik, TGI juga melaksanakan uji integritas serta verifikasi aspek keselamatan guna memastikan pipa aman sebelum kembali dialiri gas.


    “Pemulihan berhasil dicapai melalui kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaksanaan uji integritas dan pengamanan menyeluruh sebelum pipa dioperasikan kembali,” jelasnya.


    Selain fokus pada pemulihan operasional, TGI juga menaruh perhatian pada dampak sosial yang ditimbulkan akibat insiden tersebut. Emil mengungkapkan bahwa pihak perusahaan telah melakukan pertemuan langsung dengan warga terdampak yang difasilitasi oleh Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) setempat.


    Dalam pertemuan tersebut, nilai kompensasi dan ganti rugi telah disepakati bersama. Sementara itu, seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis dan dinyatakan dalam kondisi stabil serta tidak memerlukan perawatan lanjutan.

    “TGI memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan yang layak dan kondisinya stabil,” ungkap Emil.


    TGI juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut mendukung proses penanganan insiden dan percepatan pemulihan, di antaranya Direktorat Jenderal Migas, BPH Migas, pemegang saham, Pertamina Group, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.


    “Keselamatan masyarakat dan keandalan operasional merupakan prioritas utama kami. TGI berkomitmen menjaga integritas dan keandalan pipa demi menjamin kelancaran distribusi energi nasional,” pungkasnya.

    Seperti diketahui, terbakarnya instalasi vital negara tersebut sempat berdampak signifikan terhadap sektor energi nasional. Insiden di awal tahun 2026 itu menyebabkan produksi minyak di Wilayah Kerja Rokan yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengalami penurunan.


    Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasca-meledaknya pipa gas PT Transgasindo, potensi penurunan produksi minyak di Blok Rokan disebut mencapai hingga 30 ribu barel per hari. Kondisi ini turut memengaruhi capaian lifting minyak nasional.


    Corporate Secretary TGI Emil Ismail menyebutkan bahwa proses perbaikan pipa gas memakan waktu sekitar lima hari sejak insiden terjadi. Dengan kembali normalnya aliran gas, diharapkan aktivitas hulu migas dan stabilitas pasokan energi nasional dapat segera pulih sepenuhnya.(Thong) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini