• Jelajahi

    Copyright © Garda Media
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    UHC dan Pembangunan Sama-Sama Dibutuhkan Masyarakat Indragiri Hilir. Jhoni Hendra: UHC Terancam, Pembangunan Tertinggal, Siapa yang Gagal?

    Senin, 19 Januari 2026, 16.59 WIB Last Updated 2026-01-19T09:59:26Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    Tembilahan — Kebutuhan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terhadap layanan kesehatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC) dinilai sama pentingnya dengan keberlanjutan pembangunan daerah.


    Keduanya tidak bisa dipertentangkan, melainkan harus berjalan seiring demi menjamin kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.


    Sejumlah warga menyampaikan bahwa UHC telah menjadi penopang utama masyarakat kecil dalam mengakses layanan kesehatan. 


    Program ini memungkinkan masyarakat berobat tanpa terbebani biaya besar, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi rentan.


    “UHC sangat membantu kami. Kalau tidak ada ini, mungkin kami sudah menyerah berobat. Tapi di sisi lain, jalan rusak, banjir, dan infrastruktur juga butuh perhatian,” ujar Rahman, warga Kecamatan Tembilahan Hulu, Senin (19/1/2026).


    Jhoni Hendra Pengamat kebijakan publik Inhil yang juga ketua PTM Kopling menilai, bahwa UHC merupakan bentuk kehadiran negara dalam memenuhi hak dasar masyarakat. Namun ia mengingatkan bahwa kesehatan tidak bisa berdiri sendiri tanpa didukung pembangunan yang memadai.


    “Akses jalan yang baik, sanitasi, air bersih, dan fasilitas umum juga bagian dari faktor penentu kesehatan. Jadi UHC dan pembangunan itu bukan pilihan, tapi satu paket kebutuhan rakyat,” jelasnya.


    Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang terhambat justru akan memperbesar beban sektor kesehatan. Lingkungan kumuh, akses transportasi buruk, dan ekonomi yang stagnan dapat memicu meningkatnya angka penyakit di masyarakat.


    Di sisi lain, keterbatasan anggaran daerah sering kali menjadi alasan munculnya polemik antara pembiayaan UHC dan program pembangunan. Namun masyarakat berharap pemerintah daerah tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk mengorbankan salah satunya.


    “Rakyat butuh berobat gratis, tapi rakyat juga butuh jalan bagus, sekolah layak, dan ekonomi yang bergerak. Pemerintah harus mampu mengelola anggaran dengan bijak, bukan saling meniadakan,” tegasnya.


    Masyarakat menilai, solusi bukan terletak pada memilih antara UHC atau pembangunan, melainkan pada pengelolaan anggaran yang transparan, efisien, dan berpihak pada kepentingan publik. Perencanaan yang matang diyakini mampu membuat kedua sektor tersebut berjalan berdampingan.


    Bagi warga Indragiri Hilir, kesehatan adalah kebutuhan hari ini, sementara pembangunan adalah jaminan untuk masa depan. Keduanya adalah hak yang sama-sama mendasar dan keduanya layak diperjuangkan. (Thonk)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini