Iklan

Bukan Sekadar Rusak, Jalan Pekan Arba Disebut Ancaman Nyata bagi Warga

Jumat, 22 Mei 2026, 13.41 WIB Last Updated 2026-05-22T06:41:14Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


Gardamedia.co.id. TEMBILAHAN, Riau 22 Mei 2026 – Kesabaran warga Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, tampaknya mulai berada di titik paling genting. Bertahun-tahun dibiarkan rusak tanpa penanganan serius, Jalan Pekan Arba kini bukan lagi sekadar jalur penghubung masyarakat, melainkan telah berubah menjadi “jalan maut” yang setiap saat mengintai keselamatan pengendara.


Lubang menganga dengan kedalaman mencapai 10 hingga 15 sentimeter tersebar di sejumlah titik badan jalan. Saat hujan turun, kondisi semakin mengerikan. Genangan air menutupi lubang, jalan berubah licin bak kubangan lumpur, sementara minimnya penerangan membuat para pengendara seperti mempertaruhkan nyawa setiap kali melintas.


“Sudah terlalu sering orang jatuh di sini. Kalau malam lebih parah lagi, lubang tak kelihatan karena tertutup air. Ini bukan jalan, tapi jebakan,” ungkap Tono (42), warga setempat dengan nada kesal, Jum'at 22/05/2026.


Jalan Pekan Arba sendiri merupakan akses vital yang menghubungkan kawasan permukiman masyarakat menuju pusat Kota Tembilahan. Namun ironisnya, di tengah lalu lintas yang padat dan aktivitas ekonomi warga yang terus bergerak, kondisi infrastruktur justru dibiarkan hancur perlahan tanpa kepastian perbaikan permanen.


Warga menilai tambal sulam yang selama ini dilakukan hanya menjadi solusi kosmetik yang tidak menyentuh akar persoalan. Setiap hujan turun, aspal kembali terkelupas, lubang kembali menganga, dan korban kecelakaan kembali berjatuhan.


Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui dinas terkait agar segera melakukan pengaspalan ulang secara menyeluruh disertai perbaikan drainase di sisi jalan. Menurut warga, tanpa sistem pembuangan air yang baik, kerusakan akan terus berulang dan masyarakat akan terus menjadi korban kelalaian pembangunan.


Kemarahan warga kini mulai memuncak. Mereka bahkan mengancam akan melakukan aksi simbolik dengan menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes keras terhadap lambannya penanganan pemerintah.


“Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak. Jalan ini sudah terlalu lama dibiarkan rusak. Masyarakat butuh bukti, bukan janji,” tegas salah seorang warga lainnya.


Hingga kini, masyarakat masih menunggu realisasi janji pemerintah daerah yang sebelumnya disebut-sebut akan memprioritaskan perbaikan jalan protokol dan jalan penghubung di dalam Kota Tembilahan pada tahun anggaran ini. Namun di mata warga, janji tanpa tindakan nyata hanya menambah panjang daftar kekecewaan rakyat terhadap buruknya perhatian terhadap infrastruktur dasar.(Thonk)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Olahraga

+