Gardamedia.co.id, Tembilahan, Inhil — Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati Majelis Ta’lim Nur Ahmad Dimyati, Jalan Tanjung Harapan Lorong Tanjung Melati No. 07, Tembilahan, Kelurahan Sungai Beringin, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dalam rangka Peringatan Haul Akbar ke-89 Al ‘Alim Al ‘Allamah Al ‘Arifbillah Syekh Abdurrahman Shiddiq, Mufti Kerajaan Indragiri, yang digelar pada Rabu malam Kamis, 28 Januari 2026, pukul 20.00 WIB.
Sejak pukul 19.00 WIB, arus jamaah terus berdatangan, baik laki-laki maupun perempuan, memenuhi area majelis hingga meluber ke sejumlah titik sekitar lokasi.
Kehadiran jamaah tidak hanya berasal dari berbagai kecamatan di Inhil, tetapi juga dari luar daerah, mencerminkan besarnya kecintaan umat terhadap sosok ulama besar tersebut.
Kegiatan keagamaan tahunan ini dirangkai dengan haul para alim ulama sekaligus haul jamak, sebagai bentuk penghormatan, doa, dan tawassul kepada para ulama yang telah berjasa besar dalam perjuangan dakwah Islam, khususnya di wilayah Indragiri dan sekitarnya.
Haul akbar kali ini semakin khidmat dengan tausiyah yang disampaikan oleh ulama kharismatik, Abuya Drs. KH. Saifuddin Marzuki, S.E., M.Pd, Pimpinan Pondok Pesantren Al Arsyadi Handil Baru, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Kehadiran beliau menjadi magnet tersendiri, sehingga jamaah membludak demi mendengarkan nasihat dan wejangan keilmuan yang disampaikan.
Dalam tausiyahnya, Abuya Saifuddin Marzuki menekankan pentingnya meneladani akhlak, perjuangan, dan keikhlasan para ulama dalam menjaga persatuan umat, memperkuat keimanan, serta membumikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah tantangan zaman.
Ia juga mengajak jamaah untuk terus merawat tradisi haul sebagai sarana spiritual, pendidikan moral, serta penguat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Haul bukan sekadar mengenang, tetapi momentum memperbaharui niat, memperkuat sanad keilmuan, dan menyambung cinta kepada para ulama. Dari merekalah cahaya ilmu sampai kepada kita hari ini,” ujar Abuya di hadapan lautan jamaah.
Sepanjang acara, suasana berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, zikir, shalawat, dan doa bersama mengalun dengan penuh haru. Banyak jamaah tampak meneteskan air mata, mencerminkan kuatnya ikatan batin dan rasa takzim masyarakat kepada para pewaris nabi.
Panitia pelaksana menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas antusiasme jamaah yang hadir dari berbagai wilayah. Menurut panitia, kehadiran ribuan jamaah malam ini menjadi bukti nyata bahwa sosok dan perjuangan Syekh Abdurrahman Shiddiq tetap hidup dalam ingatan kolektif umat.
“Kami bersyukur kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh keberkahan. Semoga haul ini menjadi wasilah turunnya rahmat Allah SWT, sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap ulama dan sejarah Islam di Indragiri,” ujar salah seorang panitia.
Peringatan Haul Akbar ke-89 ini kembali menegaskan bahwa Syekh Abdurrahman Shiddiq bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan simbol perjuangan dakwah, keilmuan, dan keteladanan yang warisannya terus dijaga dan dirawat oleh masyarakat hingga hari ini. (Thonk)




