Gardamedia.co.id, Tembilahan — Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) 05 di Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Sungai Beringin, Minggu (25/01/2026), tak sekadar agenda rutin lingkungan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi panggung aspirasi warga yang menginginkan arah kepemimpinan baru yang lebih tegas, responsif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Acara digelar di lapangan badminton kediaman Abdul Rasyid yang juga bertindak sebagai Ketua Pelaksana.
Pemungutan suara berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB dalam suasana tertib dan kondusif. Namun di balik ketertiban tersebut, tersimpan harapan besar warga terhadap perubahan nyata di tingkat akar rumput.
Empat kandidat maju dalam kontestasi ini:
1.Fahrizal
2. Ridwan
3. Juanda
4. Ahmad
Mereka maju dalam pencalonan bukan ingin mencari nama, tapi mereka ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk warga.
Dari 90 warga yang terdaftar sebagai pemilih, hanya 61 orang yang hadir menggunakan hak suara. Angka ini sekaligus menjadi catatan kritis bahwa partisipasi publik masih perlu diperkuat agar demokrasi lingkungan tidak hanya menjadi formalitas, melainkan benar-benar menjadi milik bersama.
Hasil penghitungan suara menunjukkan Ridwan meraih kemenangan telak dengan perolehan 53 suara. Kemenangan ini dibaca banyak warga sebagai bentuk mandat kuat sekaligus peringatan "bahwa masyarakat menginginkan kepemimpinan RT yang tidak sekadar administratif, tetapi berani bersuara, mampu memperjuangkan hak warga, serta aktif mengawal kebijakan di tingkat kelurahan hingga kecamatan".
Ketua pelaksana, Abdul Rasyid, menegaskan, proses pemilihan berjalan terbuka dan transparan.
“Prosesnya jujur dan terbuka. Tidak ada intervensi. Ini murni suara warga,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus memperkuat legitimasi politik Ridwan sebagai Ketua RT terpilih, bukan sekadar karena menang angka, tetapi karena lahir dari proses demokrasi yang sehat.
Dalam pernyataan pertamanya, Ridwan menyampaikan komitmen untuk membawa perubahan di lingkungan RT 05.
“Amanah ini bukan hanya soal jabatan, tapi tanggung jawab. Saya ingin RT 05 lebih solid, lebih berani menyuarakan kebutuhan warga, dan tidak lagi pasif terhadap persoalan lingkungan,” ujar Ridwan.
Pemilihan ini menjadi pengingat bahwa demokrasi tidak hanya hidup di gedung-gedung kekuasaan, tetapi juga tumbuh di lorong-lorong kampung.
RT bukan sekadar struktur administratif, melainkan garda terdepan pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan realitas rakyat.
Kini, warga menanti apakah kemenangan ini akan benar-benar melahirkan perubahan, atau sekadar pergantian nama dalam struktur? Waktu dan kinerja akan menjawab. (Thonk)
