Gardamedia.co.id, Tembilahan, 28 Maret 2026 — Tidak ada lagi ruang untuk stagnasi. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir di bawah komando Bupati H. Herman mulai menggerakkan roda perubahan secara frontal.
Pasar Yos Sudarso yang selama ini identik dengan kondisi semrawut dan tak layak, kini resmi masuk jalur “pembongkaran total” menuju wajah baru, Pasar Induk Tembilahan 2026.
Bupati Herman menegaskan, pembangunan ini bukan sekadar proyek, melainkan pertaruhan masa depan ekonomi masyarakat Indragiri Hilir.
“Ini bukan lagi pilihan, ini keharusan. Kita ingin ekonomi masyarakat bergerak, tumbuh, dan tidak lagi terjebak dalam kondisi yang itu-itu saja,” tegasnya lantang.
Ia juga memberi sinyal tegas kepada seluruh jajaran OPD, tidak ada alasan untuk lambat.
“TPS harus siap sebelum pembangunan dimulai. Tidak boleh ada hambatan di lapangan,” ultimatum Bupati.
Di garis depan, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagin) langsung bergerak. Administrasi penetapan lokasi TPS dikebut tanpa kompromi. Kepala Diskopdagin Inhil, Dr. Trio Beni, memastikan SK lokasi TPS akan rampung dalam hitungan hari.
“Awal April harus selesai. Setelah itu, kita gas pembangunan fasilitasnya,” ujarnya tegas.
Sebanyak 600 pedagang dipastikan akan direlokasi secara bertahap. Tidak ada lagi ruang bagi ketidakteraturan. Semua akan ditata dengan sistem zonasi ketat.
“Pasar lama sudah tidak layak dipertahankan. Kita butuh perubahan nyata, bukan tambal sulam,” tegas Trio.
Sementara itu, Dinas PUPRPKP tidak mau ketinggalan. Kepala Dinas, Yusnaldi, menyebutkan bahwa proyek dengan nilai Rp20,9 miliar saat ini berada di tahap desain, namun targetnya jelas: tidak boleh molor.
“Mei semua proses selesai. Juni kita mulai bangun. Tidak ada cerita mundur,” katanya.
Pemerintah tampak serius, percepatan di semua lini, tekanan di semua sektor, dan target yang dipatok tanpa ruang kompromi.
Pasar Induk Tembilahan bukan sekadar proyek pembangunan, ini adalah simbol perlawanan terhadap keterbelakangan, sekaligus ujian nyata apakah janji perubahan benar-benar bisa diwujudkan.
Kini, publik menunggu, apakah ini akan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi daerah, atau sekadar ambisi besar yang kembali terhenti di tengah jalan.(Thonk)
