Iklan

BPBD Inhil: Anggaran Penanganan Keadaan Darurat Karhutla Bersifat Fleksibel, Kebutuhan Lapangan Masih Perlu Dukungan.

Senin, 06 April 2026, 17.10 WIB Last Updated 2026-04-06T10:10:02Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


Gardamedia.co.id, Tembilahan, Riau – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menegaskan komitmennya dalam menghadapi situasi keadaan darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BPBD Inhil, R. Arliansah, dalam wawancara pada Senin (06/04/2026) di ruang kerjanya.


Dalam penjelasannya, Arliansah menekankan bahwa pengelolaan anggaran operasional dalam kondisi darurat bersifat dinamis dan menyesuaikan kebutuhan riil di lapangan tidak hanya terfokus pada kejadian bencana karhutla tetapi juga bencana lainnya.


“Anggaran operasional penangan karhutla tidak bisa dirinci secara kaku. Semua sangat bergantung pada kondisi di lokasi kejadian. Situasi di lapangan itu dinamis, sehingga pendekatan anggaran juga harus fleksibel,” ujarnya.


Meski demikian, ia tidak menampik bahwa kebutuhan operasional di lapangan masih menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama dalam mendukung mobilitas dan efektivitas tim.


“Kalau berbicara kecukupan, tentu kita belum bisa mengatakan sepenuhnya cukup. Setiap personel yang turun membutuhkan dukungan seperti BBM dan kebutuhan teknis lainnya agar penanganan berjalan optimal,” jelasnya.


Menanggapi keterbatasan tersebut, BPBD Inhil telah menyiapkan langkah strategis dengan memperkuat koordinasi lintas pemerintahan sebagai bentuk solusi berkelanjutan.


“Langkah yang kami tempuh adalah membangun komunikasi dan mengajukan dukungan kepada pemerintah daerah maupun provinsi. Ini penting agar pelaksanaan di lapangan tetap berjalan sesuai target,” tegas Arliansah.


Terkait dukungan dari pemerintah yang lebih tinggi, ia mengakui bahwa bantuan memang telah ada, namun masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam hal peningkatan sarana dan prasarana.


“Bantuan itu ada, tetapi untuk skala kabupaten masih tergolong terbatas. Kita melihat masih banyak peralatan yang perlu dibenahi. Misalnya, mesin pemadam masih kurang dan kendaraan operasional yang digunakan saat ini sebagian masih tergolong lama dan sudah waktunya dilakukan peremajaan,” ungkapnya.


Di sisi lain, Arliansah memastikan bahwa kesejahteraan dan keselamatan personel yang bertugas di lapangan tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah.


“Alhamdulillah, untuk personel kita pastikan dalam kondisi cukup. Setiap turun ke lapangan, mereka telah dibekali dengan insentif yang memadai sebagai bentuk penghargaan atas tugas dan risiko yang dihadapi,” tambahnya.


Melalui pendekatan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan lapangan, BPBD Indragiri Hilir terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana.


Pemerintah daerah pun diharapkan terus meningkatkan dukungan, baik dari sisi anggaran maupun peralatan, demi memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama di tengah berbagai tantangan yang ada.(Thonk)

Komentar

Tampilkan

Terkini