Iklan

Data, Doa, dan Tanggung Jawab. Kisah Dukcapil Inhil di Era Digital.

Selasa, 07 April 2026, 16.52 WIB Last Updated 2026-04-07T09:52:21Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


Gardamedia.co.id, Jakarta, 7 April 2026 — Di tengah riuh zaman yang kian bergantung pada denyut teknologi, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menapaki satu langkah sunyi namun bermakna, "merawat kepercayaan melalui keamanan".


Pada hari itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menerima sebuah dokumen yang bukan sekadar berlembar kertas, melainkan cermin dari ketelitian dan kewaspadaan, IT Security Assessment (ITSA) hasil audit terhadap aplikasi ADINDA dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).


Di sebuah ruang di Jakarta, pertemuan itu berlangsung tanpa gemuruh, namun sarat arti. Kepala Disdukcapil diwakili oleh Aldi Kusnandar, SE., MM, bersama Supriandi, SE., MM, dan para penjaga sunyi bernama tim IT ADINDA. Mereka hadir, menyambut hasil yang tak hanya berbicara tentang celah dan perbaikan, tetapi juga tentang masa depan layanan publik yang lebih beradab dan terlindungi. Di sisi lain, H. Paturi, SE, dari Direktorat Jenderal Dukcapil, turut menjadi saksi perjalanan ini, sebuah simpul antara pusat dan daerah dalam satu ikhtiar yang sama.


Aldi Kusnandar memandang dokumen itu bukan sekadar laporan, melainkan peta jalan. Di dalamnya, terhampar jejak-jejak yang harus ditata ulang, disempurnakan, dan dijaga. Ia memahami, di balik setiap data kependudukan, ada kehidupan, harapan, dan hak-hak yang tak boleh terabaikan.


“Keamanan bukan sekadar benteng, tetapi juga janji,” seolah tersirat dari langkah yang mereka ambil, bahwa setiap informasi yang dipercayakan masyarakat akan dijaga dengan kesungguhan, bukan sekadar kewajiban.


Sementara itu, Supriandi melihat audit ini sebagai cermin yang jujur, yang memantulkan kekuatan sekaligus kelemahan. Namun baginya, setiap kekurangan adalah undangan untuk berbenah. Setiap rekomendasi adalah benih perubahan yang harus ditanam dengan kesabaran dan ketekunan.


Aplikasi ADINDA, yang selama ini menjadi jembatan antara masyarakat dan pelayanan administrasi, kini tak hanya dituntut cepat dan mudah, tetapi juga kokoh dan aman. Sebab di era ini, ancaman tak selalu terlihat, dan perlindungan tak cukup hanya kasat mata.


Langkah Disdukcapil Inhil ini adalah cerita kecil dalam narasi besar transformasi digital negeri. Sebuah ikhtiar yang tak selalu tampak di permukaan, namun terasa dalam kepercayaan yang tumbuh perlahan.


Dan di balik semua itu, tersimpan satu keyakinan, "bahwa pelayanan publik bukan sekadar urusan administrasi, melainkan tentang menjaga martabat manusia, bahkan dalam bentuk data yang tak bersuara".(Thonk)

Komentar

Tampilkan

Terkini