Gardamedia.co.id, Tembilahan — Di bawah langit yang menaungi tanah Indragiri Hilir, ruang paripurna DPRD Inhil kembali menjadi saksi bisu pertemuan gagasan, harapan, dan tanggung jawab. Pada Senin, 30 Maret 2026, Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2026 digelar dengan khidmat, menghadirkan suasana kebersamaan yang tak sekadar formalitas, melainkan denyut nadi pengabdian kepada rakyat.
Di ruang itu, kata-kata bukan hanya disampaikan, tetapi dititipkan sebagai amanah. Agenda utama rapat menjadi cermin perjalanan, "penyampaian pidato pengantar Bupati Indragiri Hilir terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, serta pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang akan menjadi pijakan langkah ke depan".
Hadir dalam barisan kebersamaan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para anggota dewan, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menyatu dalam satu tekad, "meneguhkan tata kelola pemerintahan yang jernih, terbuka, dan bertanggung jawab".
Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, dalam pidatonya, menyampaikan lebih dari sekadar laporan. Ia menyuarakan refleksi, menyulam evaluasi dengan harapan.
“LKPJ ini adalah cerminan dari kerja bersama yang telah kita lakukan sepanjang tahun 2025. Kami menyadari bahwa masih terdapat berbagai tantangan, namun melalui semangat kolaborasi dan evaluasi yang konstruktif, kami optimistis mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkapnya, penuh keyakinan.
Di balik angka dan capaian, tersirat tekad untuk terus memperbaiki, membangun, dan menjaga kepercayaan. Ranperda yang diajukan pun bukan sekadar dokumen, melainkan arah, yang akan menuntun langkah pembangunan agar tetap berpijak pada kepentingan publik dan keberlanjutan masa depan.
Sementara itu, Ketua DPRD Inhil, Iwan Taruna, menegaskan bahwa paripurna ini bukan panggung seremoni, melainkan ruang pertanggungjawaban nurani.
“Rapat paripurna ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang konstitusional untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat. DPRD akan mengkaji secara mendalam LKPJ Bupati serta Ranperda yang diajukan, guna memastikan arah pembangunan daerah tetap berada pada rel yang tepat,” tegasnya.
Kata-kata itu menggema, menjadi pengingat bahwa di balik setiap kebijakan, ada harapan masyarakat yang harus dijaga.
Pada bagian lain, Komisi IV DPRD Inhil menyampaikan penjelasan atas Ranperda inisiatif tentang Pendidikan Karakter Baca Tulis Al-Qur’an—sebuah ikhtiar menanam nilai, membangun generasi yang tak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan berdaya saing.
Rapat paripurna ini pun berakhir bukan sebagai penutup, melainkan awal dari perjalanan baru. Sebuah titik temu antara evaluasi dan harapan, antara tanggung jawab dan cita-cita.
Dari ruang paripurna itu, satu pesan mengalir tenang namun pasti, "bahwa Indragiri Hilir akan terus melangkah, menapaki jalan pembangunan dengan hati yang berpihak, pikiran yang jernih, dan semangat yang tak pernah padam menuju masa depan yang maju, bermarwah, dan berkelanjutan".(Thonk)
