Iklan

Gerakan Jum’at Bersih, Momentum Membangun Kesadaran Kolektif untuk Daerah yang Lebih Maju. Ari Syuria Ajak Seluruh Elemen Bersatu Wujudkan Tembilahan Bersih dan Berdaya Saing.

Kamis, 11 Juni 2026, 11.30 WIB Last Updated 2026-06-11T04:30:23Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


Gardamedia.co.id. TEMBILAHAN 11 Juni 2026 – Persoalan kebersihan lingkungan tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Sampah yang menumpuk, parit yang tersumbat, dan rendahnya kepedulian sebagian masyarakat menjadi ancaman nyata bagi wajah Kota Tembilahan. Menjawab kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Tembilahan menggelorakan Gerakan Jum'at Bersih yang akan dilaksanakan secara serentak pada Jum'at, 12 Juni 2026, sebagai tindak lanjut arahan Bupati Indragiri Hilir melalui Surat Keputusan Nomor: Kpts.197/III/HK-2026.


Gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk perlawanan terhadap budaya abai terhadap lingkungan yang selama ini masih ditemukan di berbagai sudut kota. Pemerintah Kecamatan Tembilahan menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan atau pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.


Camat Tembilahan, Ari Syuria, SE, M.Si, secara tegas mengajak seluruh instansi vertikal, pelaku usaha, pemilik restoran, kafe, pertokoan, perangkat RT/RW hingga masyarakat umum untuk menghentikan aktivitas sejenak dan turun langsung membersihkan lingkungan masing-masing.


"Jangan hanya menuntut lingkungan bersih, tetapi enggan terlibat membersihkannya. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan bersama-sama menunjukkan kepedulian nyata terhadap kebersihan Tembilahan. Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Ari Syuria.


Pelaksanaan gotong royong akan dimulai setelah apel pagi di masing-masing instansi. Seluruh peserta diimbau mengenakan pakaian olahraga dan membawa peralatan kebersihan guna mendukung efektivitas kegiatan di lapangan.


Pemerintah Kecamatan Tembilahan juga meminta para Ketua RT dan RW untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan menjadi motor penggerak yang mampu mengajak masyarakat di wilayahnya masing-masing agar terlibat aktif dalam aksi bersih-bersih tersebut.


Menurut Ari Syuria, keberhasilan Gerakan Jum'at Bersih tidak diukur dari banyaknya sapu yang digunakan atau sampah yang terkumpul dalam satu hari, melainkan dari tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat bahwa lingkungan yang bersih adalah kebutuhan bersama.


"Kalau bukan kita yang menjaga Tembilahan, lalu siapa lagi? Jangan biarkan sampah menjadi warisan bagi generasi mendatang. Momentum Jum'at Bersih ini harus menjadi titik awal perubahan pola pikir masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan," ujarnya.


Pemerintah Kecamatan Tembilahan berharap gerakan ini mampu membangkitkan semangat gotong royong yang selama ini menjadi identitas masyarakat Indonesia. Dengan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, Tembilahan diharapkan dapat menjadi kota yang lebih bersih, sehat, asri, dan nyaman untuk ditinggali.


Gerakan Jum'at Bersih sekaligus menjadi pesan kuat bahwa membangun daerah tidak selalu dimulai dari proyek besar, tetapi bisa dimulai dari tindakan sederhana, memungut sampah di depan rumah sendiri, membersihkan parit di lingkungan sekitar, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota yang dicintai.


Jum'at ini, pilihannya sederhana, "menjadi bagian dari solusi atau membiarkan masalah terus menumpuk." Saatnya Tembilahan bergerak bersama untuk lingkungan yang lebih bersih dan masa depan yang lebih baik. (Thonk)

Komentar

Tampilkan

Terkini