Gardamedia.co.id -Batam – Penyidikan kasus narkoba di HH Club P3 kota batam, memasuki babak baru. Setelah menetapkan 10 tersangka orang di lapangan, Tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri kini memburu otak di balik peredaran barang narkoba tersebut.
Salah satu nama yang kini menjadi buronan adalah inisial Basri. Pria yang disebut-sebut sebagai "pemain lama" di dunia hiburan malam kota batam, terutama di kawasan P1, P2, dan P3 itu diduga kabur ke Malaysia.
Selain memburu inisial Basri, penyidik juga menyita 11 unit mobil mewah berbagai merek dari beberapa lokasi. Kendaraan tersebut diduga kuat merupakan hasil dari sindikat narkoba.
“Saat ini kami masih melakukan pengembangan. Tidak hanya menyasar jaringan di lapangan, tapi juga ke atas, ke pihak yang berperan memasukkan barang ke lokasi,” ujar sumber di Bareskrim Polri.
Sebelumnya, dalam penggerebekan HH Club P3, Bareskrim mengamankan 762 butir pil ekstasi dan menetapkan 10 orang sebagai tersangka. Kesepuluh tersangka tersebut rata-rata berprofesi sebagai waiters, LC, kapten lantai, dan supervisor.
Namun penetapan itu dinilai belum menyentuh akar masalah. Inisial Basri diduga kuat sebagai salah satu pemasok utama barang haram ke HH Club P3. Dengan statusnya yang kini DPO dan kabur ke luar negeri, penyidik menaikkan level operasi.
*Masyarakat Desak Usut Tuntas*
Publik Batam kini menaruh harapan besar agar kasus ini diusut tuntas hingga ke akar-akarnya. Pasalnya, tempat hiburan tersebut sudah beroperasi bertahun-tahun di bawah naungan badan hukum.
“Kalau ini perusahaan berbadan hukum, maka dari manajer sampai direktur utama harus bertanggung jawab juga. Jangan berhenti di pekerja lapangan saja,” ujar seorang warga.
Masyarakat juga berharap, jika inisial Basri berhasil ditangkap, Bareskrim di harapkan ungkap siapa saja pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari penjualan narkoba di tempat hiburan tersebut.
Tak hanya itu, Bareskrim juga didorong untuk menelusuri aliran dana hasil kejahatan tersebut. Penyitaan 11 mobil mewah dinilai sebagai langkah awal memutus rantai ekonomi dari jaringan narkoba.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai tujuan operasi, jumlah orang yang diamankan serta kaitan dengan pengembangan narkotika di sejumlah tempat hiburan batam.terbaru terkait keberadaan inisial Basri.
Awak media Gardamedia.co.id terus berupaya berkordinasi dengan Bareskrim polri dan pihak humas Polda Kepri
(Gun)

