Gardamedia.co.id. Tempuling Inhil, Riau 5 Juni 2026 – Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan serta kekerasan terus diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Anti Perundungan dan Kekerasan Tingkat SD dan SMP se-Kecamatan Tempuling yang dilaksanakan di SD Negeri 11 Sungai Salak, Kecamatan Tempuling.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir, Katerina Susanti Herman, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir, Abdul Rasyid, S.E., M.Ak., jajaran Dinas Pendidikan, Korwil Pendidikan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Camat Tempuling Salawati, S.H., M.H., serta Lurah Pangkalan Tujuh, Yusrizal, S.E. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pencegahan perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Kepala SD Negeri 11 Sungai Salak, Nurhayati, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah serta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman siswa, guru, dan orang tua mengenai bahaya perundungan serta langkah-langkah pencegahannya.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir, Katerina Susanti Herman, menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset berharga yang harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.
"Anak-anak adalah aset berharga dan generasi penerus yang akan menentukan masa depan daerah ini. Oleh karena itu, mereka harus tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, nyaman, serta penuh kasih sayang.
Perundungan dan segala bentuk kekerasan tidak boleh mendapat tempat di lingkungan pendidikan karena dapat meninggalkan dampak yang serius terhadap perkembangan mental, emosional, dan sosial anak," ujar Katerina Susanti Herman, Jum'at 05/06/2026.
Ia juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut sebagai langkah konkret dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak.
"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pendidik dan orang tua, untuk bersama-sama menjadi pelindung bagi anak-anak kita. Mari kita ciptakan sekolah yang ramah anak, lingkungan belajar yang menyenangkan, serta ruang tumbuh yang mampu membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Dengan kebersamaan dan kepedulian, kita dapat mewujudkan dunia pendidikan yang bebas dari perundungan dan kekerasan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir, Abdul Rasyid, S.E., M.Ak., menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam mencegah terjadinya perundungan maupun kekerasan di lingkungan pendidikan. Menurutnya, pendidikan karakter harus terus diperkuat agar tercipta budaya saling menghargai dan menghormati di kalangan peserta didik.
Dan saat awak media kami mencoba meminta tanggapan tentang acara ini secara langsung kepada Lurah Pangkalan Tujuh, Yusrizal, S.E., beliau mengatakan dukungannya terhadap program pencegahan perundungan di sekolah. Ia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar dan mengembangkan potensi mereka.
"Perundungan dan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak boleh mendapat ruang di lingkungan pendidikan. Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh elemen sekolah semakin memahami pentingnya menciptakan budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga keamanan peserta didik," ujar Yusrizal.
Melalui kegiatan Sosialisasi Anti Perundungan dan Kekerasan ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan tingkat SD dan SMP di Kecamatan Tempuling semakin memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak, sehingga mampu melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, dan berakhlak mulia. (Thonk)
