Iklan

𝐒𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐌𝐓𝐐 𝐌𝐞𝐧𝐲𝐚𝐭𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭, 𝐊𝐚𝐝𝐢𝐬𝐝𝐮𝐤𝐜𝐚𝐩𝐢𝐥 𝐈𝐧𝐡𝐢𝐥, 𝐌𝐞𝐢𝐳𝐚 𝐇𝐚𝐫𝐝𝐢., 𝐒.𝐒𝐨𝐬 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐮𝐤𝐚𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐆𝐚𝐮𝐧𝐠 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐒𝐞𝐫𝐤𝐚.

Minggu, 26 Juli 2026, 21.03 WIB Last Updated 2026-07-26T14:03:11Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


𝑮𝒂𝒓𝒅𝒂𝒎𝒆𝒅𝒊𝒂.𝒄𝒐.𝒊𝒅. GAUNG ANAK 𝑺𝑬𝑹𝑲𝑨, 𝟐𝟔 𝑱𝒖𝒍𝒊 𝟐𝟎𝟐𝟔 – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indragiri Hilir, Meiza Hardi, S.Sos, menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-54 Tingkat Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Tahun 2026 yang diawali dengan Pawai Takruf dan pembukaan Stand Bazar, Minggu (26/7), di Lapangan Taratak, Kelurahan Sungai Empat.


Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, H. Tantawi Jauhari, yang melepas Pawai Takruf sekaligus membuka stand bazar sebagai rangkaian pembukaan MTQ tingkat kecamatan.


Turut hadir dalam acara, Camat Gaung Anak Serka, unsur Forkopimcam, Danramil, Kapolsek, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Gaung Anak Serka, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.


Ratusan kafilah dari sembilan desa dan tiga kelurahan se-Kecamatan Gaung Anak Serka mengikuti Pawai Takruf dengan penuh semangat. Di sepanjang lokasi kegiatan, deretan stand bazar yang menampilkan berbagai produk unggulan UMKM turut menyemarakkan suasana, sekaligus menjadi bukti bahwa syiar keagamaan dapat berjalan berdampingan dengan penguatan ekonomi kerakyatan.


Dalam sambutannya, Sekda H. Tantawi Jauhari menegaskan bahwa Pawai Takruf bukan sekadar memeriahkan pelaksanaan MTQ, tetapi menjadi sarana memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat. Kehadiran bazar UMKM juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat di tingkat lokal.


Di sela kekegiatan, kami mencoba meminta tanggapan kepada Kepala Disdukcapil Kabupaten Indragiri Hilir, Meiza Hardi, S.Sos. Beliau menyampaikan bahwa MTQ memiliki makna yang jauh melampaui sebuah perlombaan membaca Al-Qur'an.


"𝑴𝑻𝑸 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒓𝒖𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊 𝒎𝒂𝒏𝒂 𝒂𝒚𝒂𝒕-𝒂𝒚𝒂𝒕 𝒔𝒖𝒄𝒊 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒊𝒍𝒂𝒏𝒕𝒖𝒏𝒌𝒂𝒏, 𝒕𝒆𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒋𝒖𝒈𝒂 𝒅𝒊𝒕𝒂𝒏𝒂𝒎𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒉𝒂𝒕𝒊 𝒔𝒆𝒃𝒂𝒈𝒂𝒊 𝒄𝒂𝒉𝒂𝒚𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒊𝒎𝒃𝒊𝒏𝒈 𝒌𝒆𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑𝒂𝒏. 𝑫𝒊 𝒔𝒆𝒕𝒊𝒂𝒑 𝒍𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒉 𝑷𝒂𝒘𝒂𝒊 𝑻𝒂𝒌𝒖𝒕, 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒎𝒆𝒍𝒊𝒉𝒂𝒕 𝒔𝒆𝒎𝒂𝒏𝒈𝒂𝒕 𝒑𝒆𝒓𝒔𝒂𝒖𝒅𝒂𝒓𝒂𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒅𝒂𝒎𝒑𝒊𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒓𝒂𝒑𝒂𝒏, 𝒅𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝒔𝒆𝒕𝒊𝒂𝒑 𝒔𝒖𝒅𝒖𝒕 𝒃𝒂𝒛𝒂𝒓, 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒎𝒆𝒍𝒊𝒉𝒂𝒕 𝒊𝒌𝒉𝒕𝒊𝒂𝒓 𝒎𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒓𝒋𝒂 𝒔𝒆𝒃𝒂𝒈𝒂𝒊 𝒃𝒂𝒈𝒊𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒊𝒃𝒂𝒅𝒂𝒉," 𝒖𝒏𝒈𝒌𝒂𝒑𝒏𝒚𝒂. 


Menurut Meiza Hardi, nilai-nilai Al-Qur'an akan menemukan makna sejatinya ketika mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, memperkuat persaudaraan, serta membangun daerah dengan semangat kebersamaan.


"𝑺𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝒑𝒆𝒓𝒉𝒆𝒍𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒊𝒏𝒊 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒉𝒆𝒏𝒕𝒊 𝒔𝒆𝒃𝒂𝒈𝒂𝒊 𝒈𝒆𝒎𝒂 𝒔𝒆𝒓𝒆𝒎𝒐𝒏𝒊𝒂𝒍 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒉𝒊𝒍𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖, 𝒎𝒆𝒍𝒂𝒊𝒏𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒖𝒎𝒃𝒖𝒉 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒂𝒌𝒂𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒖𝒂𝒕𝒌𝒂𝒏 𝒂𝒌𝒉𝒍𝒂𝒌, 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒖𝒃𝒖𝒓𝒌𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒓𝒔𝒂𝒕𝒖𝒂𝒏, 𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒎𝒆𝒍𝒂𝒉𝒊𝒓𝒌𝒂𝒏 𝒈𝒆𝒏𝒆𝒓𝒂𝒔𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂𝒊 𝑨𝒍-𝑸𝒖𝒓'𝒂𝒏 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒕𝒊, 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒎𝒂𝒍𝒌𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑𝒂𝒏, 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊𝒌𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂 𝒂𝒓𝒂𝒉 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒖𝒏 𝑰𝒏𝒅𝒓𝒂𝒈𝒊𝒓𝒊 𝑯𝒊𝒍𝒊𝒓. 𝑺𝒆𝒃𝒂𝒃 𝒔𝒆𝒃𝒖𝒂𝒉 𝒅𝒂𝒆𝒓𝒂𝒉 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒃𝒆𝒔𝒂𝒓 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒑𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒖𝒏𝒂𝒏 𝒇𝒊𝒔𝒊𝒌𝒏𝒚𝒂, 𝒕𝒆𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒎𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒂𝒎𝒑𝒖 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒈𝒂 𝒊𝒎𝒂𝒏, 𝒎𝒆𝒓𝒂𝒘𝒂𝒕 𝒌𝒆𝒃𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒂𝒂𝒏, 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒂𝒍𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒓𝒂𝒑𝒂𝒏 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒎𝒂𝒔𝒂 𝒅𝒆𝒑𝒂𝒏," 𝒕𝒖𝒕𝒖𝒑𝒏𝒚𝒂.

Komentar

Tampilkan

Terkini