Iklan

Mengejutkan! Bos Narkoba HH Club P3 Kabur ke Malaysia, 11 Mobil Mewah Disita

Sabtu, 15 Agustus 2026, 13.50 WIB Last Updated 2026-08-15T06:50:50Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Gardamedia.co.id -BATAM – Penyidikan kasus narkoba di HH Club P3, Batam, memasuki babak baru. Setelah menetapkan 10 tersangka level lapangan, Tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri kini memburu otak di balik peredaran barang haram tersebut.


Salah satu nama yang kini jadi buronan adalah Basri. Pria yang disebut-sebut sebagai "pemain lama" di dunia hiburan malam Batam, terutama di kawasan P1, P2, dan P3 itu diduga kabur ke Malaysia.



Selain memburu Basri, penyidik juga menyita 11 unit mobil mewah berbagai merek dari beberapa lokasi. Kendaraan tersebut diduga kuat merupakan hasil transaksi narkoba.


“Saat ini kami masih melakukan pengembangan. Tidak hanya menyasar jaringan di lapangan, tapi juga ke atas, ke pihak yang berperan memasukkan barang ke lokasi,” ujar sumber di Bareskrim Polri.


Sebelumnya, dalam penggerebekan HH Club P3, Bareskrim mengamankan 762 butir pil ekstasi dan menetapkan 10 orang sebagai tersangka. Kesepuluh tersangka tersebut rata-rata berprofesi sebagai waiters, LC, kapten lantai, dan supervisor.


Namun penetapan itu dinilai belum menyentuh akar masalah. Basri diduga kuat sebagai salah satu pemasok utama barang haram ke HH Club P3. Dengan statusnya yang kini DPO dan kabur ke luar negeri, penyidik menaikkan level operasi.


*Masyarakat Desak Usut Tuntas*


Publik Batam kini menaruh harapan besar agar kasus ini diusut tuntas hingga ke akar-akarnya. Pasalnya, tempat hiburan tersebut sudah beroperasi bertahun-tahun di bawah naungan badan hukum.


“Kalau ini perusahaan berbadan hukum, maka dari manajer sampai direktur utama harus bertanggung jawab juga. Jangan berhenti di pekerja lapangan saja,” ujar seorang warga.


Masyarakat juga berharap, jika Basri berhasil ditangkap, ia mau "bernyanyi" dan membongkar siapa saja pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari penjualan narkoba di tempat hiburan tersebut.


Tak hanya itu, Bareskrim juga didorong untuk menelusuri aliran dana hasil kejahatan tersebut. Penyitaan 11 mobil mewah dinilai sebagai langkah awal memutus rantai ekonomi dari jaringan narkoba.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru terkait keberadaan Basri. Pihak Bareskrim masih terus melakukan koordinasi lintas negara.


Awak media terus berupaya berkordinasi dengan Bareskrim polri dan pihak terkait, untuk pemberitaan selanjutnya 


(Gun)

Komentar

Tampilkan

Terkini