Iklan

𝑫𝒂𝒓𝒊 𝑳𝒂𝒑𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑮𝒂𝒋𝒂𝒉 𝑴𝒂𝒅𝒂 𝑻𝒆𝒎𝒃𝒊𝒍𝒂𝒉𝒂𝒏, 𝑲𝒆𝒕𝒖𝒂 𝑫𝑷𝑹𝑫 𝑰𝒏𝒉𝒊𝒍, 𝑰𝒘𝒂𝒏 𝑻𝒂𝒓𝒖𝒏𝒂 𝑩𝒂𝒄𝒂𝒌𝒂𝒏 𝑻𝒆𝒌𝒔 𝑷𝒓𝒐𝒌𝒍𝒂𝒎𝒂𝒔𝒊. "𝑲𝑬𝑴𝑬𝑹𝑫𝑬𝑲𝑨𝑨𝑵 𝑱𝑨𝑵𝑮𝑨𝑵 𝑩𝑬𝑹𝑯𝑬𝑵𝑻𝑰 𝑫𝑰 𝑻𝑰𝑨𝑵𝑮 𝑩𝑬𝑵𝑫𝑬𝑹𝑨."

Senin, 17 Agustus 2026, 14.12 WIB Last Updated 2026-08-17T07:12:09Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


𝑮𝒂𝒓𝒅𝒂𝒎𝒆𝒅𝒊𝒂.𝒄𝒊.𝒊𝒅. TEMBILAHAN 𝟏𝟕 𝑨𝒈𝒖𝒔𝒕𝒖𝒔 𝟐𝟎𝟐𝟔 — Ketua DPRD Indragiri Hilir (Inhil) Iwan Taruna, ST., M.Si menghadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Gajah Mada Tembilahan, Senin (17/8/2026). Dalam upacara yang dipimpin Bupati Inhil Herman tersebut, Iwan Taruna dipercaya membacakan langsung teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.



Dengan Komandan Upacara Kapten Inf. Rizki Ardo Prakoso dan Perwira Upacara Lettu Arm. Muchazzar. Prosesi pengibaran Bendera Merah Putih dilaksanakan Paskibraka Inhil berlangsung khidmat. 


Bupati Inhil Herman mengajak seluruh elemen memperkuat gotong royong. Semangat tersebut sejalan dengan tema HUT RI ke-81, “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”


Usai upacara, diberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 231 ASN atas pengabdian selama 50 tahun, 20 tahun dan 10 tahun. Bupati bersama Forkopimda juga menyerahkan tali asih kepada veteran dan keluarga veteran.


Disela-sela berakhirnya acara peringatan HUT RI ke-81, kami mencoba meminta tanggapan dari ketua DPRD Inhil, beliau mengatakan bahwa Kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus diisi dengan pembangunan yang adil, pelayanan publik yang baik dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.


"𝑴𝒆𝒎𝒑𝒆𝒓𝒊𝒏𝒈𝒂𝒕𝒊 𝑯𝑼𝑻 𝑹𝑰 𝒌𝒆-𝟖𝟏 𝑲𝒆𝒎𝒆𝒓𝒅𝒆𝒌𝒂𝒂𝒏 𝑹𝒆𝒑𝒖𝒃𝒍𝒊𝒌 𝑰𝒏𝒅𝒐𝒏𝒆𝒔𝒊𝒂 𝒃𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒕𝒆𝒏𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒆𝒓𝒋𝒖𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒑𝒂𝒓𝒂 𝒑𝒂𝒉𝒍𝒂𝒘𝒂𝒏, 𝒕𝒆𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒃𝒂𝒈𝒂𝒊𝒎𝒂𝒏𝒂 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒆𝒓𝒖𝒔𝒌𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒓𝒋𝒖𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒊𝒕𝒖 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒃𝒆𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒌𝒆𝒓𝒋𝒂 𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂,  𝒑𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒖𝒏𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒂𝒅𝒊𝒍, 𝒑𝒆𝒍𝒂𝒚𝒂𝒏𝒂𝒏 𝒑𝒖𝒃𝒍𝒊𝒌 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒎𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒃𝒂𝒊𝒌, 𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒌𝒆𝒃𝒊𝒋𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓-𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓 𝒃𝒆𝒓𝒑𝒊𝒉𝒂𝒌 𝒌𝒆𝒑𝒂𝒅𝒂 𝒌𝒆𝒑𝒆𝒏𝒕𝒊𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕," 𝒕𝒆𝒈𝒂𝒔 𝑰𝒘𝒂𝒏 𝑻𝒂𝒓𝒖𝒏𝒂. 


Iwan Taruna mengingatkan bahwa membangun Inhil bukan pekerjaan satu pihak.


"𝑷𝒆𝒎𝒆𝒓𝒊𝒏𝒕𝒂𝒉, 𝑫𝑷𝑹𝑫, 𝒅𝒖𝒏𝒊𝒂 𝒖𝒔𝒂𝒉𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒍𝒖𝒓𝒖𝒉 𝒆𝒍𝒆𝒎𝒆𝒏 𝒎𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕 𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔 𝒃𝒆𝒓𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒂. 𝑴𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒖𝒏 𝒅𝒂𝒆𝒓𝒂𝒉 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒅𝒊𝒍𝒂𝒌𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝒔𝒂𝒕𝒖 𝒑𝒊𝒉𝒂𝒌 𝒔𝒂𝒋𝒂," 𝒖𝒄𝒂𝒑𝒏𝒚𝒂. 


Ia  juga menegaskan, ukuran kemerdekaan bukan hanya seberapa meriah perayaan 17 Agustus, tetapi seberapa besar manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat.


"𝑲𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏 𝒎𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕 𝒃𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒓 𝒌𝒂𝒕𝒂 " 𝑴𝑬𝑹𝑫𝑬𝑲𝑨", 𝒕𝒆𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓-𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓 𝒎𝒆𝒓𝒂𝒔𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒎𝒆𝒓𝒅𝒆𝒌𝒂𝒂𝒏 𝒊𝒕𝒖 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒌𝒆𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒉𝒂𝒓𝒊-𝒉𝒂𝒓𝒊. 𝑴𝒆𝒓𝒂𝒔𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒍𝒂𝒚𝒂𝒏𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒖𝒅𝒂𝒉, 𝒎𝒆𝒏𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒎𝒑𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒂𝒅𝒊𝒍, 𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒎𝒆𝒎𝒊𝒍𝒊𝒌𝒊 𝒌𝒆𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒎𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒔𝒆𝒋𝒂𝒉𝒕𝒆𝒓𝒂," 𝒖𝒋𝒂𝒓𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓𝒊. 


Kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi kebijakan. Kebijakan harus melahirkan keadilan. Dan keadilan harus bermuara pada kesejahteraan rakyat. (𝐓𝐡𝐨𝐧𝐤)

Komentar

Tampilkan

Terkini