Iklan

Jejak Cinta dan Doa Menggema di Haul Syekh Abdurrahman Siddiq. G Indra Damiath: "Haul ke-89, Spirit Dakwah Tuan Guru Sapat Terus Hidup".

Kamis, 29 Januari 2026, 22.02 WIB Last Updated 2026-01-29T15:02:21Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


Tembilahan, Inhil — Suasana religius menyelimuti kawasan Jalan Tanjung Harapan, Lorong Tanjung Pinang, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kamis malam (29/1/2026). 





Jamaah dari berbagai daerah memadati lokasi pelaksanaan Haul ke-89 Tuan Guru Sapat, Syekh Abdurrahman Siddiq bin Syekh M. Afif Al-Banjari, yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB usai salat Isya.




Kegiatan haul ini menjadi momentum spiritual tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Indragiri Hilir (Inhil) maupun jamaah dari luar daerah. Sejak pukul 19.00 Wib jamaah dari berbagai daerah terus berdatangan, baik menggunakan kendaraan pribadi, rombongan majelis taklim, hingga komunitas santri dari berbagai kecamatan.


Panitia pelaksana, G. Indra Damiath menyampaikan, bahwa haul bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa besar ulama dalam menyebarkan Islam di wilayah Indragiri dan sekitarnya.


“Haul ini adalah ruang silaturahmi umat sekaligus sarana meneladani perjuangan dan akhlak Syekh Abdurrahman Siddiq. Antusiasme jamaah yang datang dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa kecintaan umat kepada ulama tidak pernah pudar,” ujar Indra.


Acara haul diisi dengan rangkaian kegiatan keagamaan, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil dan doa bersama, pembacaan manaqib, hingga tausiyah dari para ulama dan habaib yang diundang khusus dalam kesempatan tersebut.


Selain bernilai spiritual, kegiatan ini juga membawa dampak sosial yang kuat. Haul menjadi wadah mempererat ukhuwah islamiyah, mempertemukan lintas generasi, serta memperkokoh ikatan kebersamaan masyarakat.


Syekh Abdurrahman Siddiq sendiri dikenal sebagai salah satu ulama besar asal Indragiri yang memiliki peran penting dalam perkembangan dakwah dan pendidikan Islam di Riau dan sekitarnya. Pemikiran serta karya-karyanya masih terus dipelajari hingga kini.


Dengan terselenggaranya haul ke-89 ini, masyarakat berharap nilai-nilai keilmuan, keteladanan, dan perjuangan sang ulama terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda. (Thonk).

Komentar

Tampilkan

Terkini