Indragiri Hilir – Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa 70 unit retavator kepada petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, sebagai upaya mempercepat pengolahan lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Penyaluran bantuan ini dilakukan bersama Brigade Pangan TNI sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani dalam sebuah kegiatan yang dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, jajaran TNI, penyuluh pertanian, serta petani setempat.
Retavator merupakan alat pengolahan tanah yang dinilai efektif untuk mempercepat persiapan lahan tanam, khususnya di wilayah dengan karakteristik tanah gambut dan lahan basah seperti Indragiri Hilir.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa bantuan alsintan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mendukung modernisasi pertanian serta meningkatkan efisiensi usaha tani.
“Penyaluran 70 unit retavator ini diharapkan dapat membantu petani mempercepat pengolahan lahan, menekan biaya produksi, dan meningkatkan indeks pertanaman. Sinergi dengan Brigade Pangan TNI menjadi kekuatan tambahan dalam mendampingi petani di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Brigade Pangan TNI menegaskan kesiapan TNI untuk mendukung program pemerintah di sektor pertanian, khususnya dalam pendampingan penggunaan alsintan, optimalisasi lahan, dan percepatan tanam.
“TNI melalui Brigade Pangan akan terus bersinergi dengan petani dan pemerintah daerah untuk memastikan bantuan ini dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” katanya.
Bupati Indragiri Hilir menyambut baik bantuan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian dan TNI. Menurutnya, bantuan alsintan sangat dibutuhkan petani, terutama dalam menghadapi tantangan keterbatasan tenaga kerja dan kondisi lahan yang cukup berat.
“Dengan adanya 70 unit retavator ini, kami berharap produktivitas pertanian di Indragiri Hilir dapat meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” ucapnya.
Para petani penerima bantuan juga mengaku terbantu dengan adanya alsintan tersebut. Mereka berharap pendampingan dari penyuluh pertanian dan Brigade Pangan TNI dapat terus berlanjut agar penggunaan alat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Penyaluran bantuan alsintan ini menjadi bagian dari strategi nasional Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produksi pertanian, serta mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing. (Thonk).
