TANJUNGPINANG – Ketua PD Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Kota Tanjungpinang, Asmirullah, S.i.Kom, menghadiri kegiatan Rembuk Pancasila Seri ke-5 yang mengangkat tema “Peran Ormas dalam Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat sebagai Upaya Meningkatkan Kerukunan dalam Harmoni Masyarakat Provinsi Kepulauan Riau.” Rabu 05/03/2026.
Kegiatan yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Provinsi Kepulauan Riau ini berlangsung di Rumah Makan Sei Enam, Tanjungpinang. Acara tersebut dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai unsur masyarakat yang memiliki komitmen menjaga kerukunan dan keharmonisan di tengah kehidupan berbangsa.
Dalam kesempatan itu, Asmirullah, S.i.Kom menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum dialog kebangsaan tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat peran organisasi kemasyarakatan dalam menjaga kerukunan umat beragama serta membangun harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi penyemangat bagi kami di Paguyuban Kerukunan Bubuhan Banjar Kota Tanjungpinang, serta bagi seluruh ormas dan peserta yang hadir untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Asmir.
Menurutnya, sinergi antara tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas sosial, khususnya dalam menyikapi berbagai dinamika terkait aliran kepercayaan maupun praktik keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Kegiatan Rembuk Pancasila Seri ke-5 ini juga menjadi ruang dialog yang konstruktif untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan semangat kebersamaan dalam bingkai Pancasila.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan kultum (kuliah tujuh menit) yang memberikan pesan-pesan keagamaan tentang pentingnya menjaga ukhuwah dan persaudaraan antar sesama. Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta buka puasa bersama, yang semakin mempererat tali silaturahmi antar peserta yang hadir. (Red).



