Gardamedia.co.id, Tembilahan Hilir – 14/04/202. Semangat gotong royong kembali menunjukkan kekuatannya di tengah keterbatasan. Warga Karya Bersama Parit 16, Jalan Profesor M. Yamin Kelurahan Tembilahan Hilir, mengambil langkah nyata dengan melakukan perbaikan jalan secara swadaya demi menjaga akses dan keselamatan lingkungan mereka.
Melalui inisiatif bersama, masyarakat setempat berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp2 juta yang digunakan untuk menambal sejumlah titik jalan berlubang yang selama ini menjadi keluhan warga. Aksi ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan kebersamaan masyarakat masih menjadi fondasi kuat dalam menghadapi persoalan infrastruktur di tingkat lingkungan.
Ketua RT setempat, Dedi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian warga yang tidak ingin terus menunggu tanpa kepastian.
“Dana yang terkumpul sekitar Rp2 juta, cukup untuk menambal bagian jalan yang berlubang. Ini murni swadaya masyarakat. Kami bergerak karena memang kondisi jalan sudah mengganggu aktivitas warga,” ujar Dedi.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa selama kurang lebih 10 tahun terakhir, wilayah tersebut belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan jalan dari pihak terkait. Bahkan, perbaikan secara swadaya ini telah dilakukan sebanyak tiga kali.
“Sudah sekitar 10 tahun kami belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan jalan. Ini sudah yang ketiga kalinya warga memperbaiki jalan dengan dana sendiri. Tentunya kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah agar ke depan perbaikan bisa dilakukan secara menyeluruh,” tambahnya.
Aksi swadaya ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga menjadi pesan kuat bahwa masyarakat memiliki daya juang tinggi dalam menjaga lingkungan mereka. Namun demikian, kondisi ini juga menjadi pengingat penting bagi pemangku kebijakan agar lebih responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan sosial.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, warga berharap langkah kecil ini dapat menjadi pemantik perhatian lebih besar, sehingga ke depan pembangunan dapat berjalan lebih merata dan berkeadilan.(THONK)
