Gardamedia.co.id, Tembilahan, 16 April 2026 — Yayasan Pendidikan Indragiri Hilir (YAPIH) resmi membuka asesmen Calon Kepala Sekolah/Madrasah Tahun Ajaran 2026/2027. Langkah ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sinyal tegas, "dunia pendidikan tidak lagi membutuhkan pemimpin yang berjalan di tempat".
Program ini digelar sebagai upaya serius YAPIH untuk menyaring figur-figur pemimpin yang benar-benar layak memimpin. Bukan sekadar pengisi jabatan, tetapi sosok yang mampu membawa perubahan nyata di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, mulai dari jenjang RA-PAUD hingga Madrasah Aliyah.
Asesmen ini terbuka bagi kalangan internal maupun eksternal. Artinya, kompetisi dibuka lebar, siapa pun yang merasa mampu, dipersilakan maju. Namun satu hal yang pasti: hanya mereka yang memiliki kapasitas, integritas, dan visi kuat yang akan bertahan.
Ketua Yayasan YAPIH, Drs. H. Syamsurizal Awi, MP, menegaskan bahwa era pemimpin “biasa-biasa saja” sudah harus ditinggalkan.
“Kami tidak butuh pemimpin yang sekadar menjalankan rutinitas. Yang kami cari adalah mereka yang berani membawa perubahan, punya visi jelas, dan mampu mengeksekusi program dengan hasil nyata,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua Tim Asesmen, Drs. Dharmasetiawan, MM, memastikan proses seleksi tidak memberi ruang bagi kompromi.
“Seleksi ini akan berjalan ketat, objektif, dan berbasis kompetensi. Tidak ada ruang bagi yang tidak siap. Semua akan diuji, dari kepemimpinan hingga kemampuan strategis,” ujarnya.
Tahapan seleksi pun telah ditetapkan secara jelas. Pendaftaran dan penyerahan berkas 8–17 April 2026. Seleksi administratif 18 April 2026. Uji kompetensi 20 April 2026. Pengumuman kelulusan 22 April 2026. Dan pelantikan 25 April 2026.
Adapun persyaratan yang ditetapkan bukan tanpa alasan, usia 30–60 tahun, pengalaman mengajar minimal empat tahun, serta kemampuan menyusun visi dan misi sekolah. Sertifikat Calon Kepala Sekolah (CAKEP) menjadi nilai tambah, bukan formalitas kosong.
Dokumen yang harus disiapkan pun jelas—tanpa kelengkapan, jangan berharap bisa melangkah lebih jauh.
Melalui asesmen ini, YAPIH ingin memastikan bahwa hanya pemimpin terbaik yang berdiri di garis depan pendidikan Indragiri Hilir. Ini bukan sekadar seleksi, tetapi momentum pembuktian.
Bagi para pendidik, ini adalah panggilan terbuka, "maju dan buktikan kapasitas, atau tetap menjadi penonton di tengah perubahan". (THONK)
