Iklan

Relokasi Pasar yang Awalnya Dipertanyakan, Kini Berubah Jadi Pusat Keramaian Baru. Pasar Subuh Tembilahan Buktikan Ekonomi Rakyat Tak Pernah Tidur.

Sabtu, 16 Mei 2026, 12.29 WIB Last Updated 2026-05-16T05:29:35Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


Gardamedia.co.id, TEMBILAHAN, Riau 16 Mei 2026 – Keraguan publik terhadap relokasi sementara pedagang Pasar Rakyat Tembilahan seolah langsung terpatahkan. Baru hari pertama dibuka, Pasar Subuh yang dijadikan Tempat Penampungan Sementara (TPS) justru diserbu masyarakat sejak tengah malam, Sabtu (16/5/2026) dini hari.


Di saat sebagian orang masih terlelap, denyut ekonomi Tembilahan sudah bergemuruh di Lapangan Gadjah Mada, belakang Kantor PU Tembilahan. Pedagang sibuk menata dagangan, sementara pembeli datang silih berganti memburu kebutuhan harian. Suasana pasar tampak hidup, ramai, dan jauh dari kesan “pasar darurat” yang sebelumnya sempat diragukan banyak pihak.


Antusiasme masyarakat terlihat jelas. TPS Pasar Subuh yang kini lebih tertata, luas, dan bersih justru menghadirkan wajah baru aktivitas perdagangan rakyat di Tembilahan.


Salah seorang warga, Siska, mengaku suasana pasar kini terasa lebih nyaman dibanding sebelumnya. Meski masih mencari posisi pedagang langganannya, ia menilai relokasi tersebut membawa perubahan positif.


“Tempatnya lebih luas, bersih, dan rapi. Jadi lebih nyaman belanja. Memang masih hari pertama, jadi saya masih mencari pedagang langganan,” ujarnya.


Kondisi penyesuaian itu juga dirasakan para pedagang. Namun di balik proses adaptasi tersebut, geliat ekonomi rakyat tetap bergerak tanpa henti.


Agus, salah seorang pedagang, mengaku optimistis dengan lokasi baru tersebut. Menurutnya, TPS Pasar Subuh justru memberikan ruang yang lebih manusiawi bagi pedagang dan pembeli.


“Alhamdulillah tempatnya nyaman, rapi dan bersih. Pembeli ramai dari tadi malam sampai subuh. Sekarang kami tinggal menyesuaikan posisi lapak dan memberitahu pelanggan,” katanya.


Ramainya Pasar Subuh di hari pertama menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat sebenarnya hanya membutuhkan tempat yang layak, tertata, dan nyaman untuk beraktivitas. Relokasi yang awalnya dipandang akan mematikan geliat pasar, justru berubah menjadi pusat keramaian baru yang menggeliat sejak dini hari.


Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir sendiri telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang di lokasi TPS, mulai dari payung lapak, gudang penyimpanan, musholla hingga toilet/WC. Langkah ini dinilai menjadi upaya serius agar denyut ekonomi rakyat tetap hidup selama proses pembangunan pasar permanen berlangsung.


Kini, Pasar Subuh bukan sekadar lokasi penampungan sementara. Ia telah berubah menjadi simbol bahwa roda ekonomi masyarakat Tembilahan tetap menyala, bahkan sebelum matahari terbit.(Thonk)

Komentar

Tampilkan

Terkini