Iklan

Di Tengah Ribuan Jamaah, Kadisdukcapil Inhil Hadiri Gema Muharram 1448 H, Doakan Negeri Seribu Parit Penuh Berkah.

Jumat, 26 Juni 2026, 09.59 WIB Last Updated 2026-06-26T02:59:52Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Gardamedia.co.id. Tembilahan, 26 Juni 2026 – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indragiri Hilir, Meiza Hardi, S.Sos, turut menghadiri Event Wisata Religi dan Istighosah Gema Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Lapangan Gajah Mada Tembilahan, Kamis (25/6/2026).



Suasana Lapangan Gajah Mada dipenuhi ribuan masyarakat dari Tembilahan dan sejumlah kecamatan sekitar yang berbondong-bondong datang untuk mengikuti rangkaian kegiatan religius tersebut. Deretan Bubur Asyura yang tersaji di setiap stan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) semakin menambah semarak peringatan Tahun Baru Islam di Negeri Seribu Parit.


Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an, zikir, selawat, tahlil dan ceramah agama yang menghadirkan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga memberikan santunan kepada 250 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Muharram.


Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan bulan Muharram sebagai momentum memperbanyak doa dan memohon keberkahan bagi daerah.


"Muharram adalah bulan yang mulia. Mari kita perbanyak doa, memohon ampunan kepada Allah SWT dan memanjatkan harapan agar negeri kita senantiasa diberkahi dan masyarakatnya hidup sejahtera," ujar Bupati.


Di sela-sela kegiatan, saat dimintai tanggapannya oleh media ini, Kadisdukcapil Inhil, Meiza Hardi, S.Sos, menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat keimanan dan mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat.


"Gema Muharram menjadi pengingat bagi kita semua untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki akhlak, memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian sosial. Semangat hijrah yang diajarkan dalam Islam harus menjadi inspirasi bagi kita untuk terus berubah ke arah yang lebih baik, baik sebagai individu maupun sebagai pelayan masyarakat," ungkap Meiza Hardi.


Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memadati Lapangan Gajah Mada sebagai bukti bahwa nilai-nilai keagamaan masih menjadi perekat kuat dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir.


"Kehadiran ribuan masyarakat pada malam ini menunjukkan bahwa semangat religius dan kebersamaan di Kabupaten Indragiri Hilir masih sangat kuat. Semoga melalui doa dan istighosah bersama ini, daerah kita senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian dan kemajuan," tambahnya.


Sementara itu, dalam tausiahnya, K.H. Fakhruddin Nur, ulama asal Kuala Tungkal, mengisahkan berbagai peristiwa besar yang terjadi pada 10 Muharram, di antaranya penyelamatan Nabi Musa AS dari kejaran Firaun, diterimanya taubat Nabi Adam AS, hingga berakhirnya banjir besar pada masa Nabi Nuh AS.


Peringatan Gema Muharram 1448 H pun berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, menjadi simbol kebersamaan masyarakat Indragiri Hilir dalam menyambut Tahun Baru Islam dengan doa, harapan, dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. (Thonk)

Komentar

Tampilkan

Terkini