Iklan

Petani Kelapa dan Harapan yang Tak Boleh Berhenti di Pernyataan

Jumat, 18 September 2026, 09.52 WIB Last Updated 2026-09-18T02:52:50Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


GARDAMEDIA.CO.ID. INDRAGIRI HILIR, 18 September 2026 — Persoalan harga kelapa di Indragiri Hilir kembali mendapat perhatian. Pernyataan Menteri Pertanian Amran Sulaiman terkait kondisi petani kelapa di Riau disambut positif oleh Masyarakat Peduli Kelapa Nusantara (MPKN) Kabupaten Indragiri Hilir.


Bagi MPKN, perhatian pemerintah merupakan langkah penting. Namun, yang lebih dibutuhkan petani adalah tindak lanjut yang nyata, terukur, dan dapat dirasakan langsung di lapangan.


Perwakilan MPKN Inhil, Fitra Andriyan, mengatakan persoalan harga kelapa telah menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, sehingga membutuhkan perhatian dari banyak pihak.


“Pernyataan Menteri Amran Sulaiman terhadap persoalan yang dihadapi petani kelapa, terutama soal anjloknya harga kelapa, patut diapresiasi. Kami berharap hal ini dapat diaktualisasikan pada tindakan nyata yang benar-benar berpihak kepada petani kelapa,” kata Fitra, Kamis (17/9/2026).


Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Riau pada Kamis (17/9/2026), Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan perlunya keterlibatan aparat penegak hukum untuk mencari penyebab anjloknya harga kelapa. Menteri juga meminta Kapolda Riau hingga Kapolres Indragiri Hilir turun langsung ke lapangan.


MPKN memandang langkah tersebut perlu dilakukan secara objektif dan transparan agar persoalan harga kelapa dapat dipahami berdasarkan data dan fakta.


“Pernyataan Menteri Amran Sulaiman seharusnya menjadi perhatian serius. Kami berharap persoalan anjloknya harga kelapa dapat ditelusuri secara menyeluruh sehingga petani memperoleh kepastian dan perlindungan,” ujar Fitra.


Bagi masyarakat Inhil, kelapa bukan sekadar komoditas perkebunan. Kelapa merupakan bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat selama puluhan tahun. Karena itu, ketidakpastian harga yang berlangsung dalam waktu panjang dinilai perlu mendapatkan solusi yang lebih menyeluruh.


Petani membutuhkan kepastian agar dapat merencanakan kehidupan keluarga, biaya produksi, pendidikan anak, hingga masa depan kebunnya.


“Sikap tegas pemerintah menjadi bagian penting yang ditunggu oleh petani kelapa. Kami berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada pernyataan, tetapi diwujudkan melalui kebijakan yang berkelanjutan,” tegas Fitra.


Anjloknya harga kelapa tidak hanya berdampak pada pendapatan petani. Ketika penghasilan berkurang, kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari juga ikut terpengaruh.


Fitra menyebut kondisi ini berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat dan UMKM karena daya beli petani ikut menurun.


“Mayoritas masyarakat Inhil adalah petani kelapa. Ketika harga kelapa turun sementara kebutuhan hidup meningkat, sebagian petani terpaksa mencari pinjaman untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” paparnya.


Dampak anjloknya harga kelapa juga dirasakan dalam persoalan pendidikan anak-anak petani. Fitra menuturkan, tidak seluruh desa memiliki fasilitas pendidikan hingga jenjang SMA, terlebih perguruan tinggi.


Kondisi tersebut membuat sebagian orang tua harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyekolahkan anak ke ibu kota kecamatan maupun Tembilahan. Ketika penghasilan dari kebun kelapa menurun, biaya pendidikan menjadi beban yang semakin berat.


“Tidak semua desa memiliki jenjang pendidikan hingga SLTA, apalagi universitas. Demi pendidikan anak, para orang tua harus menyekolahkan mereka ke kecamatan hingga Kota Tembilahan. Anjloknya harga kelapa membuat persoalan biaya pendidikan semakin rumit bagi keluarga petani,” imbuhnya.


MPKN Inhil mendorong pemerintah agar persoalan ekonomi petani turut dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pendidikan generasi penerus. Selain harga, kondisi kebun kelapa rakyat juga menjadi perhatian. 


MPKN mengapresiasi program pemerintah yang telah berjalan, namun berharap cakupan program terus diperluas agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh manfaat secara tepat.


“Jika melihat kondisi perkebunan yang rusak, masih diperlukan percepatan program dan penyaluran yang tepat sasaran. MPKN akan ikut mengawal agar program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi petani,” kata Fitra.


Menurutnya, pemulihan kebun dan perbaikan tata niaga perlu berjalan bersama. Kebun yang produktif akan lebih berarti apabila petani juga mendapatkan kepastian pasar dan harga yang layak. MPKN juga menyoroti peran perusahaan yang telah beroperasi selama puluhan tahun di wilayah Inhil.


Fitra mengatakan, keberadaan perusahaan diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.


“Kami mempertanyakan sejauh mana kontribusi perusahaan terhadap masyarakat petani kelapa, terutama dalam pelaksanaan TJSL. Harapannya, hubungan antara perusahaan dan masyarakat dapat terus diperkuat,” terangnya.


Organisasi tersebut juga mendorong pemerintah dan instansi terkait melakukan pengawasan terhadap kualitas lingkungan di sekitar kawasan perusahaan, termasuk apabila terdapat keluhan masyarakat mengenai kualitas udara.


“MPKN Inhil mendorong kementerian dan dinas terkait memberikan perhatian serius terhadap dampak aktivitas perusahaan terhadap lingkungan. Jika terdapat persoalan kualitas udara, maka perlu dilakukan pemeriksaan berdasarkan standar dan data yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Fitra.


MPKN meminta Dinas Kesehatan Inhil memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat sekitar kawasan perusahaan apabila terdapat keluhan yang perlu ditindaklanjuti. Menurut Fitra, data kesehatan masyarakat dapat menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah pencegahan dan perlindungan kesehatan ke depan.


Di balik setiap pohon kelapa terdapat keluarga yang menggantungkan kehidupan. Ada orang tua yang membiayai sekolah anaknya dari hasil kebun, ada pedagang yang mengandalkan perputaran ekonomi petani, dan ada masyarakat yang membangun kehidupannya dari hasil bumi yang sama.


Karena itu, MPKN berharap perhatian terhadap petani kelapa menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat.


Petani tidak hanya membutuhkan perhatian ketika harga kelapa jatuh. Mereka membutuhkan sistem yang membuat kehidupan mereka tetap memiliki kepastian ketika harga naik maupun turun. Sebab kesejahteraan petani bukan hanya tentang berapa harga yang diterima hari ini, tetapi tentang apakah mereka masih memiliki alasan untuk menanam, harapan untuk bertahan, dan masa depan yang layak untuk diwariskan kepada anak-anak mereka. (𝐓𝐡𝐨𝐧𝐤)

Komentar

Tampilkan

Terkini