Iklan

Menapak Jejak Sejarah Katutupih di Tanah Indragiri Hilir yang Dibangun dari Kerja Senyap.

Senin, 05 Oktober 2026, 03.56 WIB Last Updated 2026-10-05T10:31:48Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


GARDAMEDIA.CO.ID. INDRAGIRI HILIR, 04 Oktober 2026 - Sejarah pembentukan nama Tim Katutupih berawal dari inisiatif internal Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Indragiri Hilir (Inhil) untuk menciptakan sebuah identitas unit (branding) yang kuat, mudah diingat oleh masyarakat, sekaligus memiliki karakter lokal yang kental.


Informasi mengenai tanggal, bulan, dan tahun pasti peresmian atau berdirinya Tim Katutupih secara formal tidak dipublikasikan secara resmi ke media publik.


Hal ini dikarenakan Tim Katutupih bukanlah sebuah lembaga baru, yayasan, ataupun satuan kerja mandiri di kepolisian, melainkan sebuah julukan operasional (branding / sebutan lapangan) bagi Tim Opsnal (Operasional) Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir TikTok tim_katutupih. Secara kedinasan, unit utamanya (Satresnarkoba Polres Inhil) sudah berdiri sejak Polres Inhil itu sendiri dibentuk.


Namun, berdasarkan jejak digital dan publikasi resmi pergerakan tim di lapangan, nama dan identitas komando Tim Katutupih ini mulai digunakan secara intensif serta diperkenalkan secara luas ke masyarakat sejak pertengahan tahun 2024 hingga awal tahun 2025. Nama ini diinisiasi di bawah kepemimpinan Kasat Narkoba Polres Inhil untuk memperkuat keterbukaan informasi publik dan memberikan efek gentar bagi para pelaku kejahatan narkotika di wilayah hukum Indragiri Hilir.


Pada periode awal saat Tim Katutupih mulai gencar dibentuk dan aktif memperkenalkan kinerjanya di berbagai media sosial (sejak pertengahan 2024 hingga sepanjang tahun 2025), pimpinan yang menjabat di Polres Indragiri Hilir saat itu adalah:


• Kapolres Indragiri Hilir. 

AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K. (yang menjabat menggantikan AKBP Budi Setiawan sejak Januari 2025).


• Kasat Resnarkoba Polres Inhil. 

Pada masa pembentukan awal tim lapangan ini, Satresnarkoba dipimpin oleh IPTU Gerry Agnar Timur, S.Tr.K., S.I.K., M.H., sebelum akhirnya tongkat komando unit ini diserahterimakan kepada AKP Adam Efendi, S.E., M.H. pada bulan Oktober 2025.


Kedua perwira inilah yang merancang penguatan branding lokal Tim Katutupih demi meningkatkan respon cepat dan kedekatan emosional dalam memberantas peredaran narkoba bersama masyarakat Inhil.


Di lingkungan Polri, pembentukan nama "Tim Opsnal" khusus dengan istilah daerah yang unik sudah menjadi sebuah tradisi tak tertulis untuk menakuti para pelaku kriminal (memberikan efek deterens) sekaligus mendekatkan diri kepada warga setempat.


Berikut adalah latar belakang sejarah dan filosofi di balik pembentukan namanya. 


1. Latar Belakang Pemilihan Nama Lokal


Kabupaten Indragiri Hilir merupakan wilayah yang heterogen dengan pengaruh budaya Melayu dan Minang yang cukup kuat. Kata Katutupih diambil dari bahasa lokal (varian dari kata Katupek dalam bahasa Minang atau Ketupat dalam bahasa Indonesia). Penggunaan istilah lokal ini sengaja dipilih agar tim opsnal ini memiliki identitas yang membumi dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat Inhil dalam memerangi peredaran narkoba.


2. Filosofi Operasional Pembentukan Tim


Saat tim opsnal ini diresmikan dan mulai aktif mengunggah dokumentasi penegakan hukumnya di berbagai media sosial seperti Facebook Tim Katutupih dan Instagram @tim_katutupih, nama ini disepakati karena melambangkan taktik operasi mereka. 


• Kerahasiaan Informasi (Dibungkus Rapat)

Seperti proses pembuatan ketupat yang seluruh isinya dibungkus rapat oleh daun kelapa (janur), seluruh informasi penyelidikan, target operasi (TO), dan identitas informan di lapangan akan dibungkus rapat dan bersifat rahasia agar operasi tidak bocor.


• Pengepungan Total (Tanpa Celah)

Anyaman ketupat tidak memiliki celah terbuka. Ini melambangkan taktik pengepungan tim opsnal di lapangan yang menutup rapat seluruh ruang gerak para bandar dan pengedar narkoba di wilayah hukum Polres Inhil.


3. Semboyan Tim


Untuk mempertegas sejarah pembentukannya sebagai tim pemburu narkoba yang agresif, Tim Katutupih bentukan Polres Inhil ini mengusung jargon atau semboyan tetap, yaitu "𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐊𝐀𝐒𝐈𝐇 𝐍𝐀𝐅𝐀𝐒...!!"


Semboyan ini selalu disuarakan dalam setiap video dokumentasi penangkapan mereka untuk menunjukkan bahwa kepolisian tidak akan memberikan kelonggaran sedikit pun bagi pelaku kejahatan narkotika di wilayah Indragiri Hilir.


Ketika masyarakat ikut menjadi bagian dari mata dan telinga pemberantasan narkoba, maka perang terhadap narkotika tidak lagi hanya berdiri di pundak kepolisian. Ia menjadi perjuangan bersama. Karena narkoba tidak hanya merusak satu orang. Ia merusak keluarga, merusak generasi, dan akhirnya menggerogoti masa depan daerah. (𝐓𝐡𝐨𝐧𝐤)

Komentar

Tampilkan

Terkini