GARDAMEDIA.CO.ID. TEMBILAHAN, 01 Oktober 2026 — Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berubah, pesantren tetap menjadi salah satu ruang penting untuk merawat nilai, akhlak dan tradisi keilmuan. Pesan itu terasa dalam pelaksanaan Haul Akbar dan Milad Pondok Pesantren Al-Baqiatussa’adiyah Tembilahan, Rabu (30/9/2026) malam.
Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Baqiatussa’adiyah, Parit 6 Tembilahan, tersebut menjadi ruang bertemunya ulama, pemerintah, santri, tokoh masyarakat, jamaah majelis taklim dan masyarakat dalam satu ikatan silaturahmi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadad, bersama jajaran pemerintah daerah. Sementara Bupati Indragiri Hilir diwakili Asisten III Setda Inhil, Fadillah.
Bukan sekadar agenda seremonial, Haul Akbar tersebut menjadi momentum untuk kembali menegaskan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan angka-angka pembangunan, tetapi juga menyangkut pembangunan manusia, akhlak dan kehidupan spiritual masyarakat.
Rangkaian kegiatan diisi dengan Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Jailani, Syekh Muhammad Nawawi Berjan serta Syekh M. Ali bin Syekh Abdul Wahhab.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan Haul Jama’, peringatan HUT ke-26 Pondok Pesantren Al-Baqiatussa’adiyah, serta HUT ke-30 Majelis Ta’lim Al-Hidayah Tembilahan Cabang ke-12 Kuala Tungkal, Jambi.
Asisten III Setda Inhil, Fadillah, mengatakan kegiatan keagamaan seperti ini memiliki nilai strategis dalam menjaga hubungan antara pemerintah, ulama dan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah, ulama, santri dan masyarakat,” ujar Fadillah.
Menurutnya, ulama dan lembaga pendidikan keagamaan memiliki posisi penting dalam membentuk karakter masyarakat. Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai moral, akhlak dan tanggung jawab sosial kepada generasi penerus.
Karena itu, keberadaan pesantren dan majelis taklim dinilai perlu terus mendapat perhatian dan dukungan bersama. Sebab, membangun generasi tidak cukup hanya dengan mencerdaskan pikiran, tetapi juga harus membentuk karakter dan akhlaknya.
“Kami berharap peran pesantren dan majelis taklim terus diperkuat dalam membina generasi muda serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap ilmu agama,” tambahnya.
Peringatan milad Pondok Pesantren Al-Baqiatussa’adiyah sekaligus menjadi refleksi perjalanan lembaga pendidikan dan dakwah tersebut dalam memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
Di tengah perubahan zaman, pesantren dituntut tetap menjadi benteng nilai. Pemerintah menjalankan tanggung jawab pembangunan, sementara ulama dan lembaga keagamaan menjaga fondasi moral masyarakat.
Dari Parit 6 Tembilahan, pesan itu kembali ditegaskan, "𝐒𝐢𝐥𝐚𝐭𝐮𝐫𝐚𝐡𝐦𝐢 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐝𝐚𝐫 𝐭𝐫𝐚𝐝𝐢𝐬𝐢, 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐤𝐞𝐤𝐮𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐬𝐨𝐬𝐢𝐚𝐥 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐠𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩 𝐛𝐞𝐫𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐝𝐢 𝐚𝐭𝐚𝐬 𝐢𝐥𝐦𝐮, 𝐚𝐤𝐡𝐥𝐚𝐤, 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚𝐚𝐧." (𝐓𝐡𝐨𝐧𝐤)

