GARDAMEDIA.CO.ID. TEMBILAHAN, 04 Oktober 2026 — Belajarlah sebelum mengabarkan, pahami etika sebelum menggunakan pena, kuasai fakta sebelum menyebarkan informasi. Karena dalam jurnalistik, satu kalimat bisa mengangkat suara yang selama ini dibungkam, tetapi satu kalimat yang keliru juga bisa melukai mereka yang tidak bersalah. "𝐏𝐞𝐧𝐚 𝐛𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐭𝐚𝐣𝐚𝐦, 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐢𝐚 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐢𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛."
Di antara derasnya informasi yang setiap hari memenuhi ruang publik, jurnalistik hadir bukan sekadar untuk menulis apa yang terlihat. Ia adalah jalan panjang untuk mencari apa yang benar, menguji apa yang didengar, menyampaikan apa yang ditemukan, dan ada kepentingan masyarakat yang tidak boleh dikorbankan. Sebab, pena tidak pernah benar-benar ringan ketika di tangan seorang wartawan.
Berangkat dari kesadaran itu, PW-MOI Inhil segera membuka Kelas Jurnalistik Gratis bagi mahasiswa dan masyarakat umum di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kelas ini menjadi ruang bagi siapa saja yang ingin mengenal dunia jurnalistik lebih dekat. Bukan hanya untuk belajar bagaimana sebuah berita ditulis, tetapi juga memahami mengapa sebuah berita harus ditulis dengan etika, ketelitian, keberanian, dan tanggung jawab.
Pendaftaran dibuka mulai 5 Oktober hingga 20 Oktober 2026, dengan jumlah peserta terbatas dan tanpa dipungut biaya.
Peserta akan diajak mengenal dasar-dasar jurnalistik hingga praktik di lapangan. Materi yang disiapkan meliputi teknik menulis berita, teknik wawancara, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Undang-Undang Pers, simulasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW), serta pembentukan mentalitas sebagai wartawan profesional.
Pemateri yang dihadirkan merupakan wartawan yang memiliki pengalaman dan kompetensi, termasuk pemegang Kartu Kompetensi Wartawan tingkat Utama dan Madya. Mereka akan membawa peserta melihat dunia jurnalistik bukan dari balik kaca, melainkan dari jalan panjang tempat seorang wartawan belajar bertanya, mendengar, menimbang, lalu menulis.
Ketua DPD PW-MOI Inhil mengatakan, menjadi jurnalis tidak berhenti pada kemampuan merangkai kata.
“Jurnalis bukan sekadar profesi. Ia dituntut memiliki intelektualitas dan profesionalitas, karena setiap berita yang lahir dari sebuah pena membawa tanggung jawab kepada publik,” ujar Fitra, Minggu 04/10/2026.
Kegiatan ini juga dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Forum Pemimpin Redaksi Media Bersatu Kabupaten Indragiri Hilir sebagai bagian dari upaya memperluas ruang belajar dan membangun pemahaman jurnalistik yang lebih bertanggung jawab.
Bagi mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin mengikuti kelas ini, pendaftaran dapat dilakukan di Sekretariat PW-MOI Inhil, Jalan Baharudin Yusuf, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Informasi dan pendaftaran:
📱 082280710707
📱 08216992787
Kesempatan ini terbuka bagi mereka yang ingin mengenal jurnalistik, belajar menjadi wartawan, atau sekadar ingin memahami bagaimana sebuah berita seharusnya lahir.
Wartawan bukan hanya orang yang pandai menulis. Dia adalah seseorang yang bersedia berdiri di antara fakta dan kepentingan, lalu memilih untuk tetap berpihak kepada kebenaran. Sebab tidak semua yang ramai adalah benar, dan tidak semua yang benar selalu ramai. Di situlah jurnalistik menemukan maknanya.
Kelak, dari sebuah kelas kecil di Tembilahan, akan lahir pena-pena baru yang kelak tidak hanya mampu menulis berita, tetapi mampu menjaga suara masyarakat agar tidak hilang ditelan zaman. (𝐓𝐡𝐨𝐧𝐤)
