Gardamedia.co.id, TEMBILAHAN – Komitmen membangun kawasan pelabuhan yang sehat, aman, dan tangguh terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor di Kabupaten Indragiri Hilir. Hal itu terlihat dalam kegiatan Rapat Pelaksanaan Self Assessment (Penilaian Mandiri) Pelabuhan Sehat di Wilayah Pelabuhan Tembilahan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Tembilahan, Selasa (12/5/2026).
Dalam agenda strategis tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir menunjukkan keseriusannya dengan menghadiri langsung forum koordinasi yang menjadi bagian penting dalam penyiapan pelabuhan sehat berbasis kesiapsiagaan dan keselamatan lingkungan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indragiri Hilir diwakili oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ahmad Bahrin, SKM, MH. Kehadiran BPBD dinilai menjadi simbol kuat bahwa isu kesehatan lingkungan pelabuhan tidak bisa dipisahkan dari aspek mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat.
Rapat tersebut membahas pelaksanaan penilaian mandiri serta penyusunan dan kelengkapan data dukung yang diperlukan dalam mewujudkan standar pelabuhan sehat di wilayah Pelabuhan Tembilahan. Seluruh instansi terkait didorong untuk bergerak dalam satu visi, "Menjadikan pelabuhan bukan hanya sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga kawasan yang aman, sehat, dan siap menghadapi berbagai potensi risiko."
Saat kami menghubungi dan menanyakan via phone tentang kegiatan ini, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R. Arliansah, mengatakan bahwa pelabuhan memiliki posisi strategis yang tidak boleh dipandang hanya sebagai tempat aktivitas bongkar muat semata, melainkan sebagai kawasan vital yang harus dijaga dari berbagai ancaman kesehatan maupun potensi bencana.
“Pelabuhan merupakan pintu gerbang aktivitas masyarakat dan ekonomi daerah. Karena itu, kesiapan seluruh unsur dalam menciptakan lingkungan pelabuhan yang sehat dan aman menjadi tanggung jawab bersama. BPBD Inhil siap memperkuat sinergi lintas sektor demi memastikan aspek mitigasi bencana, keselamatan, dan kesehatan lingkungan berjalan seiring,” tegas R. Arliansah.
Ia juga menilai pelaksanaan self assessment ini menjadi langkah penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan di seluruh kawasan strategis publik, termasuk pelabuhan.
“Pemerintah tidak boleh bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi nyata antarinstansi agar Pelabuhan Tembilahan mampu menjadi simbol pelayanan publik yang tertib, sehat, tangguh, dan berdaya saing,” ujarnya mengakhiri.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun tata kelola pelayanan publik yang modern, responsif, dan berpihak pada keselamatan masyarakat.
Dengan sinergi yang semakin kuat, Pelabuhan Tembilahan diharapkan mampu tampil sebagai wajah daerah yang sehat, aman, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Thonk)

