Iklan

Diduga Tekan Psikologis Siswa, MAN 1 Tembilahan Disorot: SPP Menunggak, Murid Terancam Tak Bisa Ikut Ujian

Minggu, 24 Mei 2026, 14.51 WIB Last Updated 2026-05-24T08:05:55Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



Gardamedia.co.id. TEMBILAHAN, Riau 24 Mei 2026 – Dunia pendidikan kembali menjadi sorotan. Sejumlah wali murid mengeluhkan kebijakan di MAN 1 Tembilahan yang diduga mengaitkan tunggakan SPP dengan hak siswa untuk mengikuti ujian sekolah.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, beberapa siswa dikabarkan mendapat ancaman tidak diperbolehkan mengikuti ujian apabila pembayaran SPP belum dilunasi. 


Bahkan, ada wali murid yang mengaku diminta membuat surat perjanjian antara orang tua dan pihak sekolah sebagai syarat agar anak tetap dapat mengikuti ujian yang dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang.


Ironisnya, dalam surat tersebut disebutkan bahwa pernyataan dibuat tanpa adanya unsur paksaan dari pihak mana pun. Namun para wali murid justru mempertanyakan isi surat itu, karena menurut pengakuan mereka, surat perjanjian tersebut dibuat atas arahan pihak sekolah.


“Kalau tak bisa bayar, terpaksalah bikin surat perjanjian itu biar anak bisa ikut ujian. Dibunyikan pula surat ini tidak ada unsur paksaan dari pihak lain. Sudah jelas dia yang nyuruh membikin surat perjanjian,” ungkap salah seorang wali murid dengan nada kecewa.


Tak hanya itu, persoalan ini semakin memicu kekecewaan para orang tua setelah nama-nama siswa yang disebut belum melunasi pembayaran diduga diumumkan di grup WhatsApp kelas. Tindakan tersebut dinilai mempermalukan siswa secara terbuka dan dapat berdampak pada kondisi mental anak.


“Anak-anak jadi tertekan. Mereka takut tidak bisa ikut ujian hanya karena persoalan ekonomi orang tuanya,” ujar wali murid lainnya.


Kebijakan tersebut pun menuai kritik. Banyak pihak menilai pendidikan seharusnya menjadi ruang pembinaan, bukan tempat yang menambah beban psikologis siswa. Apalagi ujian merupakan hak peserta didik yang semestinya tidak dijadikan alat tekanan administratif.


Publik kini mempertanyakan kebijakan yang diterapkan pihak sekolah. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil, pendekatan yang dianggap mempermalukan siswa dinilai tidak mencerminkan semangat pendidikan yang humanis.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak MAN 1 Tembilahan terkait dugaan ancaman larangan ujian terhadap siswa yang menunggak SPP maupun penyebaran nama siswa di grup WhatsApp kelas.


Kasus ini pun mulai menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Banyak yang berharap pihak terkait segera turun tangan agar persoalan administrasi tidak sampai mengorbankan hak belajar dan masa depan anak-anak.(Thonk)

Komentar

Tampilkan

Terkini