Gardamedia.co.id. TEMBILAHAN 09 Mei 2026 - Di tengah denyut kehidupan yang terus bergerak, ancaman narkoba datang tanpa suara. Ia menyusup perlahan, merusak harapan, memudarkan cita-cita, lalu meninggalkan luka panjang bagi keluarga dan masa depan generasi muda.
Keresahan itulah yang disampaikan Ketua DPC GRANAT Indragiri Hilir, H. Budiansyah, menyuarakan pentingnya perang bersama melawan peredaran narkotika yang kini semakin mengkhawatirkan.
Saat awak media ini meminta pernyataannya disela-sela peresmian Revitalisasi Kampung Tangguh Anti Narkoba di Jalan Pangeran Hidayat, Tembilahan, Sabtu (9/5) pagi.
H. Budiansyah mengatakan, narkoba bukan sekadar barang haram, melainkan racun sosial yang mampu melumpuhkan masa depan daerah apabila masyarakat memilih diam dan menutup mata.
“Peredaran narkoba hari ini sudah sangat mengkhawatirkan. Kalau masyarakat masih memilih diam, maka yang hancur bukan hanya satu dua orang, tetapi masa depan generasi muda kita secara keseluruhan. GRANAT tidak ingin Inhil menjadi tanah yang subur bagi bandar dan pengedar narkoba,” tegas H. Budiansyah.
Dalam pandangannya, perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum semata. Lebih dari itu, ia adalah panggilan moral seluruh masyarakat untuk menjaga kampung halaman dari kehancuran yang datang perlahan.
Ia mengajak masyarakat agar tidak lagi bersikap acuh terhadap lingkungan sekitar. Sebab sering kali, kehancuran tumbuh dari ketidakpedulian yang dibiarkan terlalu lama.
“Jangan beri ruang bagi pelaku narkoba. Masyarakat harus berani melapor dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Kita semua punya tanggung jawab menyelamatkan anak-anak muda dari kehancuran akibat barang haram ini,” ujarnya.
Bagi H. Budiansyah, hadirnya Kampung Tangguh Anti Narkoba dan Duta Anti Narkoba bukanlah sekadar simbol atau seremoni belaka. Ia berharap gerakan tersebut mampu menjadi cahaya kesadaran yang menjangkau hingga lapisan masyarakat paling bawah.
Sebab di tangan generasi muda hari ini, masa depan Indragiri Hilir sedang dipertaruhkan.
“Kalau kita kompak dan bersatu, saya yakin Inhil bisa menjadi daerah yang kuat melawan ancaman narkotika,” tutupnya.
Di tengah derasnya ancaman narkoba yang terus mengintai, pesan itu terdengar seperti seruan untuk menjaga negeri, agar anak-anak muda Inhil tetap tumbuh dengan mimpi, bukan terjerumus dalam kehancuran.(Thonk)
