Iklan

Kepala Sekolah MAN 1 Inhil Tegaskan Tidak Ada Larangan Untuk Mengikuti Ujian Karena SPP. Evaluasi Wali Kelas Akan Di Lakukan

Senin, 25 Mei 2026, 12.18 WIB Last Updated 2026-05-25T05:18:23Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


Gardamedia.co.id. INHIL, Riau 25 mei 2026 – Kepala MAN 1 Indragiri Hilir, Ibrahim, S.Pd., menegaskan komitmen pihak sekolah dalam menjamin hak pendidikan seluruh siswa tanpa terkecuali. Hal tersebut disampaikannya menyusul polemik yang berkembang di tengah masyarakat terkait dugaan larangan mengikuti ujian akibat tunggakan administrasi sekolah.


Saat awak media kami menemui langsung ke sekolah, Ibrahim mengatakan, sejak awal MAN 1 Tembilahan tidak pernah memiliki kebijakan melarang siswa mengikuti ujian hanya karena persoalan SPP maupun komite sekolah. Ia memastikan bahwa kepentingan pendidikan siswa tetap menjadi prioritas utama lembaga.


“Sekolah berkomitmen menjaga hak belajar seluruh peserta didik. Tidak ada kebijakan melarang siswa mengikuti ujian hanya karena persoalan administrasi,” ujar Ibrahim, Senin (25/5/2026).


Terkait beredarnya surat pernyataan yang sempat menjadi perhatian publik, pihak sekolah menjelaskan bahwa dokumen tersebut merupakan bagian dari komunikasi administratif antara wali kelas dan orang tua siswa guna mencari solusi penyelesaian administrasi secara musyawarah dan kekeluargaan.


Namun demikian, Ibrahim mengakui adanya kekeliruan dalam pola komunikasi di lapangan yang menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Karena itu, pihak sekolah segera mengambil langkah evaluasi internal agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.


Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menginstruksikan penyampaian nama siswa yang menunggak pembayaran melalui grup WhatsApp ataupun media lain yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi siswa.


“Atas dinamika yang terjadi, sekolah akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Jika ditemukan adanya tindakan yang tidak sesuai dengan mekanisme dan etika komunikasi pendidikan, tentu akan dilakukan pembinaan hingga penegakan disiplin sesuai aturan,” tegasnya.


Bahkan, pihak sekolah disebut tengah mempertimbangkan penyegaran maupun pergantian wali kelas terkait sebagai bentuk tanggung jawab moral dan institusional demi menjaga kondusivitas lingkungan pendidikan.


Lebih lanjut, Ibrahim memastikan MAN 1 Inhil tetap membuka ruang komunikasi dengan wali murid, khususnya bagi keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi. Menurutnya, sekolah selalu mengedepankan pendekatan humanis dan solusi bersama agar tidak ada siswa yang merasa terbebani secara psikologis.


“Pendidikan adalah hak setiap anak. Karena itu, sekolah hadir bukan untuk memberikan tekanan, melainkan mencari jalan keluar terbaik bersama orang tua dan siswa,” katanya.


Pihak MAN 1 Tembilahan berharap polemik ini dapat menjadi pembelajaran bersama untuk memperkuat komunikasi antara sekolah, guru, dan wali murid sehingga proses pendidikan dapat berjalan lebih harmonis, kondusif, dan berpihak pada kepentingan siswa.(Thonk)

Komentar

Tampilkan

Terkini