Iklan

𝟏𝟓 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐓𝐞𝐫𝐝𝐞𝐭𝐞𝐤𝐬𝐢, 𝐑𝐒𝐔𝐃 𝐑𝐚𝐣𝐚 𝐌𝐮𝐬𝐚 𝐏𝐚𝐬𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐤 𝐁𝐞𝐫𝐡𝐞𝐧𝐭𝐢 𝐝𝐢 𝐒𝐜𝐫𝐞𝐞𝐧𝐢𝐧𝐠. 𝐝𝐫. 𝐑𝐨𝐧𝐧𝐲 𝐋𝐞𝐬𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐁𝐮𝐤𝐚 𝐀𝐤𝐬𝐞𝐬 𝐑𝐮𝐣𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐠𝐢 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐮𝐭𝐮𝐡 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐤𝐬𝐚𝐚𝐧 𝐉𝐚𝐧𝐭𝐮𝐧𝐠

Rabu, 30 September 2026, 09.17 WIB Last Updated 2026-09-30T02:17:32Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


GARDAMEDIA.CO.ID. SUNGAI GUNTUNG, 30 September 2026 — Kesehatan anak bukan sekadar urusan pemeriksaan, tetapi menyangkut masa depan generasi. Pesan itu tercermin dalam kegiatan screening jantung anak yang digelar di RSUD Raja Musa Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (26/9/2026).



Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi IDAI Cabang Riau, Trinity, IDI Inhil dan RSUD Raja Musa Sungai Guntung. Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan membutuhkan kerja bersama, terutama ketika menyangkut kebutuhan anak-anak di wilayah yang memiliki tantangan akses layanan.


Sebanyak 108 anak mengikuti pemeriksaan, dan dari hasil screening awal, 15 anak terdeteksi membutuhkan perhatian serta pemeriksaan lebih lanjut.


Direktur RSUD Raja Musa Sungai Guntung, dr. Ronny Lesmana, menegaskan bahwa hasil screening tidak boleh berhenti sebagai angka di atas kertas.


Menurutnya, anak yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan harus mendapatkan pendampingan agar dapat memperoleh layanan sesuai kondisi medisnya.


“Kami ingin memastikan anak-anak yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan tidak berhenti pada hasil screening saja. Mereka harus diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kebutuhan medisnya,” ujar dr. Ronny.


Ia menjelaskan, RSUD Raja Musa Sungai Guntung akan membantu proses rujukan bagi anak yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Rujukan dapat dilakukan ke RS Awal Bros Batam maupun RS Awal Bros Pekanbaru, dengan mempertimbangkan kebutuhan medis masing-masing pasien.


Bagi dr. Ronny, akses pelayanan kesehatan juga harus berjalan beriringan dengan akses pembiayaan. Karena itu, keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi akan dibantu dalam proses pengurusan BPJS UHC, sehingga persoalan biaya tidak menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pelayanan kesehatan.


“Jangan sampai keterbatasan ekonomi membuat anak kehilangan kesempatan mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” tegasnya.


Screening tersebut turut melibatkan dokter anak RSUD Raja Musa Sungai Guntung, dr. Kamsiah, M.Ked(Ped), Sp.A.


Kegiatan ini menjadi penting karena pemeriksaan awal dapat membantu keluarga mengetahui kondisi kesehatan anak dan menentukan langkah medis berikutnya apabila ditemukan indikasi yang membutuhkan perhatian.


Dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Kepala Dinas Kesehatan Inhil, dr. Udin Syafriudin, M.Kes, hadir mewakili Bupati Inhil sekaligus menyampaikan sambutan mengenai pelayanan kesehatan dan pentingnya deteksi dini bagi anak. Sementara itu, perwakilan IDAI Cabang Riau, dr. M. Roby, Sp.A., Subsp. Neo(K), Konsultan Neonatologi sekaligus Pengurus IDAI Riau, turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.


Tak hanya pemeriksaan, orang tua juga mendapatkan edukasi mengenai penanganan dan operasi jantung pada anak. Materi disampaikan dr. Fuad, Sp.BTKV(K) dari tim RS Awal Bros Pekanbaru.


Kegiatan juga dirangkai dengan perhatian terhadap pencegahan stunting melalui pembagian telur kepada anak balita. Pembagian tersebut melibatkan TP-PKK Kecamatan Kateman, TP-PKK Kelurahan/Desa, Bhayangkari Kateman, tim kesehatan Puskesmas Sungai Guntung dan RSUD Raja Musa, serta kader Posyandu.


Sejumlah unsur turut hadir, di antaranya Kabid Dan SDK Dinas Kesehatan Inhil Haili, SKM., MKM, Kabid APKAD Dinas PMD Inhil H. Junaidi, S.Sos., M.Si, Camat Kateman Akapriadi, SH, Kapolsek Kateman Kompol Bachtiar, SH., MH, Koptu Derry Permana mewakili Koramil 06 Kateman, KUA Kateman Abd Hayatussalis, M.Pd, Kepala Puskesmas Sungai Guntung Syamsiah, S.Tr.Keb., M.Keb, Ms. Sophie dari Trinity USA, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Kateman, Persit Kartika Chandra Kirana Koramil 06 Kateman, Ketua Paguyuban serta unsur terkait lainnya.


Sebanyak 15 anak dari 108 peserta screening kini membutuhkan perhatian lebih lanjut. Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan menjadi penanda bahwa masih ada anak yang membutuhkan langkah berikutnya dalam perjalanan mendapatkan layanan kesehatan.


Di sinilah makna pelayanan publik diuji: ketika sebuah pemeriksaan mampu menemukan persoalan, maka tanggung jawab berikutnya adalah memastikan persoalan itu tidak dibiarkan tanpa jalan keluar.


Screening boleh selesai dalam sehari. Namun bagi 15 anak tersebut, perjalanan untuk memastikan kondisi dan mendapatkan penanganan yang tepat baru saja dimulai.(𝐓𝐡𝐨𝐧𝐤)

Komentar

Tampilkan

Terkini