GARDAMEDIA.CO.ID. INHU, SEBERIDA 29 September 2026 — Program TGI Goes to School di SMA Negeri 1 Seberida bukan sekadar kegiatan edukasi. Di balik pesan tentang energi, hukum dan masa depan, ada satu persoalan yang semakin dekat dengan kehidupan pelajar, "𝐁𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐬𝐨𝐬𝐢𝐚𝐥 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐚𝐥 𝐬𝐞𝐡𝐚𝐭, 𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛."
Kegiatan yang dilaksanakan pada Hari Selasa 29 September 2026 Pukul 08.00 Wib di SMA Negeri 1 Siberida Kabupaten Indragiri Hulu (inhu) mengusung tema “𝐌𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧 𝐆𝐞𝐧𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐌𝐮𝐝𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐚𝐝𝐚𝐫 𝐄𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢, 𝐁𝐢𝐣𝐚𝐤 𝐁𝐞𝐫𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐒𝐨𝐬𝐢𝐚𝐥, 𝐓𝐚𝐚𝐭 𝐇𝐮𝐤𝐮𝐦, 𝐝𝐚𝐧 𝐒𝐢𝐚𝐩 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐢 𝐌𝐚𝐬𝐚 𝐃𝐞𝐩𝐚𝐧" tersebut menghadirkan Dosen STAI Indragiri Hilir, Hendro Lisa, S.E., M.M., sebagai pemateri.
Dalam penyampaiannya, Hendro Lisa menegaskan bahwa generasi muda hari ini hidup di tengah arus informasi yang begitu deras. Media sosial memberikan ruang yang luas untuk berekspresi, tetapi kebebasan tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab.
“Jangan sampai kita menjadi generasi yang cepat membagikan informasi, tetapi lambat berpikir. Sebelum mengunggah, sebelum berkomentar dan sebelum membagikan sesuatu, pikirkan dampaknya,” ujar Hendro Lisa.
Menurutnya, media sosial bukan ruang tanpa aturan. Setiap kata, gambar maupun informasi yang disebarluaskan dapat menjadi jejak digital dan berpotensi menimbulkan konsekuensi bagi penggunanya. Karena itu, pelajar harus memiliki keberanian untuk berhenti sejenak sebelum menekan tombol kirim.
“Bijak bermedia sosial bukan berarti tidak boleh bersuara. Silakan menyampaikan pendapat, tetapi lakukan dengan etika. Jangan menghina, jangan memfitnah, jangan melakukan perundungan, dan jangan menyebarkan informasi yang belum kita pastikan kebenarannya,” katanya.
Hendro menilai, tantangan generasi muda bukan lagi sekadar bagaimana menguasai teknologi, tetapi bagaimana menguasai diri ketika berhadapan dengan teknologi.
Media sosial, kata dia, seharusnya menjadi sarana untuk belajar, berkarya, membangun jejaring dan menyebarkan gagasan positif.
“Teknologi itu alat. Mau menjadi manfaat atau masalah, semuanya kembali kepada penggunanya. Karena itu, generasi muda harus cerdas menggunakan media sosial, bukan justru dikendalikan oleh media sosial,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam program TGI Goes to School yang tidak hanya berbicara tentang energi dalam arti teknis, tetapi juga tentang energi perubahan yang harus dimiliki generasi muda. Sebab, pembangunan masa depan tidak cukup hanya dengan infrastruktur dan teknologi. Masa depan juga membutuhkan manusia yang memiliki karakter, kesadaran hukum, etika dan tanggung jawab.
Program TGI Goes to School di SMA Negeri 1 Seberida diharapkan menjadi ruang bagi pelajar untuk memahami bahwa masa depan berada di tangan mereka sendiri.
Generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton perkembangan zaman. Mereka harus mampu menjadi pelaku perubahan, cerdas dalam berpikir, bijak dalam bersikap dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
Dan di tengah derasnya arus informasi, pesan Hendro Lisa menjadi relevan, "𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚒𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚓𝚊𝚛𝚒 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚌𝚎𝚙𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚛𝚒𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚒𝚔𝚒𝚛𝚊𝚗. 𝙺𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚞𝚗𝚐𝚐𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚖𝚞𝚗𝚐𝚔𝚒𝚗 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚞𝚝𝚞𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚍𝚎𝚝𝚒𝚔, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚍𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚓𝚊𝚞𝚑 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚙𝚊𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐." (𝐓𝐡𝐨𝐧𝐤)

