GARDAMEDIA.CO.ID. TEMBILAHAN 29 September 2026 – Prestasi tidak lahir dari kebetulan. Ia tumbuh dari disiplin, latihan, ketekunan, dan keberanian untuk tampil di tengah persaingan.
Semangat itulah yang tergambar dalam gelaran Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) COMPASS Session IV yang berlangsung di GOR Tasik Gemilang Tembilahan, Sabtu (26/9/2026). Sebanyak 16 pleton dari 11 sekolah se-Kabupaten Indragiri Hilir tampil mempertaruhkan kemampuan terbaik mereka sejak pagi hingga sore hari.
Kompetisi yang digelar Pasukan Khusus (Pasus) MAN 1 Indragiri Hilir di bawah binaan Syabanur Ramadhan, S.Pd. tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Indragiri Hilir yang diwakili Kepala Dinas Abdul Rasyid, S.E., M.Ak., serta dihadiri unsur Forkopimda, pejabat daerah, Plt Kepala Kantor Kemenag, Kesbangpol, jajaran PPI, dan keluarga besar MAN 1 Indragiri Hilir.
Di arena, setiap langkah menjadi pertaruhan. Setiap aba-aba menuntut ketepatan. Setiap formasi menunjukkan seberapa kuat sebuah tim membangun kekompakan.
Pleton-pleton terbaik seperti Pasadharma, Bhakti Negara, Winatra Satya, Kivandra Kala, Rajendra Satria, Athena Salasika, Gardatama, Dwisatria, Pasanda, Danagyaksa, Gana Dewantara, Vajra Sena, Ekawira, Vijayottara, serta tuan rumah Arindama dan Bripawira tampil dengan karakter masing-masing. Namun, ketika keputusan dewan juri dibacakan, SMAN 1 Tembilahan Kota tampil sebagai kekuatan paling dominan.
Pleton Dwisatria berhasil merebut Juara Umum COMPASS Session IV, sekaligus menyapu sejumlah penghargaan bergengsi, yakni Juara 1 Variasi dan Formasi, Best Costume, serta Best Danton.
Sementara itu, pleton Gardhatama yang juga berasal dari SMAN 1 Tembilahan Kota menambah deretan prestasi dengan meraih Juara 1 PBB Murni sekaligus dinobatkan sebagai Pleton Terfavorit.
Dominasi tersebut menjadi gambaran bahwa kemenangan bukan sekadar soal tampil di depan, melainkan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui latihan, disiplin, kekompakan, dan mental bertanding.
Pada kategori Lomba Yel-Yel, pleton Athena Salasika dari SMAN 1 Tembilahan Hulu berhasil keluar sebagai Juara 1. Posisi berikutnya ditempati Vajra Sena dari SMAN 1 Tempuling dan Rajendra Satria.
Sementara kejutan lainnya datang dari SMKS Dr. Indra Adman Indragiri College melalui pleton Vijayottara, yang berhasil menembus jajaran tiga besar pada kategori kostum terbaik.
COMPASS Session IV kemudian ditutup secara resmi oleh Kepala MAN 1 Indragiri Hilir, Ibrahim, S.Pd.I.
Dalam amanat penutupnya, Ibrahim menegaskan bahwa kompetisi tersebut tidak semata-mata berbicara tentang siapa yang membawa pulang piala.
Menurutnya, COMPASS merupakan ruang pendidikan karakter yang mempertemukan disiplin, mental, tanggung jawab, persaudaraan, dan semangat kompetisi secara sehat.
“COMPASS Session IV bukan sekadar ajang merebut piala, melainkan wadah pembentukan karakter, mental disiplin, serta tali silaturahmi antarpelajar se-Kabupaten Indragiri Hilir. Selamat kepada para pemenang yang telah menunjukkan performa luar biasa, dan bagi seluruh peserta, kalian semua adalah pemuda-pemudi terbaik penerus bangsa,” tegasnya.
Namun nilai yang dibawa pulang para peserta jauh lebih besar, "𝐃𝐢𝐬𝐢𝐩𝐥𝐢𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐛𝐞𝐫𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐤𝐨𝐦𝐚𝐧𝐝𝐨, 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐧𝐢𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐭𝐚𝐦𝐩𝐢𝐥, 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐬𝐚𝐝𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐡𝐰𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐤𝐞𝐦𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐥𝐚𝐡𝐢𝐫 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢."
Dwisatria boleh berdiri di puncak podium. Tetapi COMPASS Session IV telah menunjukkan satu hal: masa depan daerah membutuhkan generasi yang tidak hanya mampu berbaris dengan rapi, tetapi juga mampu berdiri tegak ketika negeri membutuhkan mereka. (𝑻𝒉𝒐𝒏𝒌)
