Gardamedia.co.id, Tembilahan, 20 April 2026 — Jika dikelola setengah hati, pariwisata hanya akan jadi potensi yang terus tertinggal. Hal itulah yang seolah “ditamparkan” Anggota DPRD Provinsi Riau Komisi IV dari Partai PKS, Samsuri Daris, ST, MT, saat menggelar kegiatan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang dirangkai dengan sosialisasi Generasi Pesona Indonesia (GenPI) di SMAN 2 Tembilahan, Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Sungai Beringin, Senin (20/04/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini bukan sekadar forum diskusi biasa. Ini adalah sinyal keras, "Inhil tidak boleh lagi berpuas diri dengan potensi tanpa aksi".
Lurah Sungai Beringin, Iwang Sujah Khairul, SH, dalam sambutannya menegaskan bahwa daerah tidak bisa terus bergantung tanpa perubahan pola pikir.
“Saya bicara apa adanya. Kita ini tidak kekurangan potensi, tapi sering kekurangan keberanian untuk bergerak. Kalau pola lama terus dipertahankan, banyak rapat, minim aksi, maka jangan heran kalau pariwisata kita stagnan,” tegas Iwang.
Ia juga mengingatkan bahwa jika tidak ada perubahan pola pikir dan langkah konkret, maka Inhil berisiko terus tertinggal dari daerah lain.
“Saya tidak ingin Sungai Beringin hanya jadi penonton di tengah peluang besar. Generasi muda harus didorong, diberi ruang, dan difasilitasi. Kalau tidak sekarang, kapan lagi kita mau bangkit?” lanjutnya.
Iwang juga menegaskan komitmen pemerintah kelurahan untuk ikut ambil bagian secara aktif, namun ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak mungkin dicapai jika semua pihak hanya saling menunggu.
“Kami di tingkat kelurahan siap menjadi garda terdepan. Tapi ini bukan kerja satu pihak. Kalau semua hanya saling menunggu, maka yang kita tunggu itu adalah ketertinggalan,” ujarnya dengan nada serius.
Ia pun menutup dengan peringatan keras bahwa pariwisata tidak boleh hanya menjadi bahan diskusi tanpa realisasi nyata.
“Pariwisata ini bisa jadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat. Tapi dengan satu syarat, berhenti bicara besar tanpa kerja nyata. Kita butuh aksi, bukan sekadar wacana,” tutup Iwang.
Sementara itu, Samsuri Daris tampil lugas tanpa basa-basi. Ia menilai selama ini pengelolaan pariwisata di banyak daerah, termasuk Inhil, masih belum maksimal karena lemahnya arah kebijakan dan minimnya keberanian untuk berinovasi.
“Kita ini kaya potensi, tapi miskin eksekusi. Kalau hanya bangga dengan apa yang kita punya tanpa strategi yang jelas, itu sama saja jalan di tempat. Raperda ini kita dorong supaya ada arah yang tegas, tidak lagi setengah-setengah,” tegas Samsuri.
Ia juga menyoroti peran generasi muda yang dinilai masih belum dimaksimalkan dalam promosi pariwisata, terutama di era digital.
“Hari ini zamannya konten. Kalau anak muda kita tidak ambil peran, maka kita akan kalah dengan daerah lain yang lebih agresif. GenPI harus jadi motor, bukan pelengkap. Jangan hanya jadi penonton di daerah sendiri,” sindirnya tajam.
Menurutnya, pariwisata bukan sekadar sektor tambahan, melainkan peluang besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat jika dikelola dengan serius dan konsisten.
“Kalau kita serius, pariwisata bisa jadi sumber ekonomi baru. Tapi kalau kita terus setengah hati, jangan salahkan siapa-siapa kalau daerah lain melesat dan kita tetap tertinggal,” tambahnya.
Diskusi yang berlangsung pun berjalan dinamis. Sejumlah peserta menyampaikan berbagai persoalan di lapangan, mulai dari kurangnya promosi hingga minimnya fasilitas pendukung.
Kegiatan ini seakan menjadi “alarm keras” bagi semua pihak bahwa waktu untuk berdiam diri telah habis. Dengan dorongan Raperda dan keterlibatan aktif GenPI, Inhil kini dihadapkan pada satu pilihan, bergerak maju atau terus tertinggal. (THONK)

