Iklan

𝑺𝒖𝒏𝒈𝒂𝒊 𝑩𝒆𝒓𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏 𝑱𝒂𝒅𝒊 𝑻𝒊𝒕𝒊𝒌 𝑬𝒅𝒖𝒌𝒂𝒔𝒊 𝑷𝒆𝒏𝒄𝒆𝒈𝒂𝒉𝒂𝒏 𝑲𝒆𝒃𝒂𝒌𝒂𝒓𝒂𝒏. 𝑰𝒘𝒂𝒏𝒈 𝑺𝒖𝒋𝒂𝒉 𝑲𝒉𝒂𝒊𝒓𝒖𝒍 𝑺𝑯, "𝑱𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑨𝒏𝒈𝒈𝒂𝒑 𝑹𝒆𝒎𝒆𝒉 𝑨𝒑𝒊, 𝑲𝒆𝒍𝒂𝒍𝒂𝒊𝒂𝒏 𝑲𝒆𝒄𝒊𝒍 𝑩𝒊𝒔𝒂 𝑱𝒂𝒅𝒊 𝑩𝒆𝒏𝒄𝒂𝒏𝒂."

Kamis, 20 Agustus 2026, 12.11 WIB Last Updated 2026-08-20T05:11:19Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


𝑮𝒂𝒓𝒅𝒂𝒎𝒆𝒅𝒊𝒂.𝒄𝒐.𝒊𝒅. TEMBILAHAN KOTA 𝟐𝟎 𝑨𝒈𝒖𝒔𝒕𝒖𝒔 𝟐𝟎𝟐𝟔 — Pencegahan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan armada dan petugas pemadam. Kesadaran masyarakat, terutama di lingkungan keluarga, menjadi garis pertahanan pertama untuk mencegah api berubah menjadi bencana.



Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran dalam Rumah Tangga di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan Kota, Kamis, 20 Agustus 2026.


Acara ini merupakan bagian dari Pencegahan, Pengendalian, Pemadaman dan Penanganan Bahan Berbahaya dan Beracun serta Kebakaran dalam Daerah Kabupaten/Kota, melalui subkegiatan Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran Rumah Tangga.


Kegiatan dibuka oleh Katherina Susanti melalui Zoom Meeting. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili Sekretaris Damkar Dr. Masykur HZ, Kabid Pencegahan Damkar Iwan Seprianto, SE, Ketua Bidang TPPK Kabupaten Inhil R. Indra Maulana, serta Sekretaris PKK Kabupaten Inhil Fitri Astuti.


Turut hadir Lurah Sungai Beringin Iwang Sujah Khairul, SH, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan sosialisasi sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di tingkat kelurahan.


Dalam arahannya melalui layar zoom meeting, Katherina Susanti mengatakan pencegahan kebakaran harus dimulai dari lingkungan keluarga. Masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan karena keluarga merupakan pihak pertama yang berada di lokasi ketika potensi kebakaran terjadi.


"𝑷𝒆𝒏𝒄𝒆𝒈𝒂𝒉𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒃𝒂𝒌𝒂𝒓𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔 𝒅𝒊𝒎𝒖𝒍𝒂𝒊 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒍𝒊𝒏𝒈𝒌𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒍𝒖𝒂𝒓𝒈𝒂. 𝑴𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕 𝒑𝒆𝒓𝒍𝒖 𝒎𝒆𝒎𝒊𝒍𝒊𝒌𝒊 𝒑𝒆𝒏𝒈𝒆𝒕𝒂𝒉𝒖𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒔𝒊𝒂𝒑𝒔𝒊𝒂𝒈𝒂𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒌𝒆𝒍𝒖𝒂𝒓𝒈𝒂 𝒎𝒆𝒓𝒖𝒑𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒑𝒊𝒉𝒂𝒌 𝒑𝒆𝒓𝒕𝒂𝒎𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒅𝒂 𝒅𝒊 𝒍𝒐𝒌𝒂𝒔𝒊 𝒌𝒆𝒕𝒊𝒌𝒂 𝒑𝒐𝒕𝒆𝒏𝒔𝒊 𝒌𝒆𝒃𝒂𝒌𝒂𝒓𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒋𝒂𝒅𝒊. 𝑴𝒆𝒍𝒂𝒍𝒖𝒊 𝒔𝒐𝒔𝒊𝒂𝒍𝒊𝒔𝒂𝒔𝒊 𝒊𝒏𝒊, 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒉𝒂𝒓𝒂𝒑 𝒎𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕 𝒔𝒆𝒎𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒂𝒉𝒂𝒎𝒊 𝒃𝒂𝒈𝒂𝒊𝒎𝒂𝒏𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒄𝒆𝒈𝒂𝒉 𝒌𝒆𝒃𝒂𝒌𝒂𝒓𝒂𝒏, 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒆𝒏𝒂𝒍𝒊 𝒔𝒖𝒎𝒃𝒆𝒓 𝒃𝒂𝒉𝒂𝒚𝒂𝒏𝒚𝒂, 𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒎𝒃𝒊𝒍 𝒍𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒉 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒑𝒂𝒕 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒔𝒊𝒕𝒖𝒂𝒔𝒊 𝒅𝒂𝒓𝒖𝒓𝒂𝒕," 𝒖𝒋𝒂𝒓 𝑲𝒂𝒕𝒉𝒆𝒓𝒊𝒏𝒂. 


Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai sosialisasi semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


"𝑲𝒆𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒕𝒂𝒏𝒈𝒈𝒖𝒏𝒈 𝒋𝒂𝒘𝒂𝒃 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒂. 𝑺𝒆𝒎𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒕𝒊𝒏𝒈𝒈𝒊 𝒌𝒆𝒔𝒂𝒅𝒂𝒓𝒂𝒏 𝒌𝒊𝒕𝒂, 𝒔𝒆𝒎𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒌𝒆𝒄𝒊𝒍 𝒓𝒆𝒔𝒊𝒌𝒐 𝒌𝒆𝒃𝒂𝒌𝒂𝒓𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕 𝒕𝒆𝒓𝒋𝒂𝒅𝒊," 𝒕𝒆𝒈𝒂𝒔𝒏𝒚𝒂. 


Sementara itu, Lurah Sungai Beringin Iwang Sudah Khairul, SH, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan pengetahuan praktis tentang cara mencegah sekaligus menghadapi kebakaran sejak dari lingkungan rumah tangga.


"𝑲𝒆𝒈𝒊𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒊𝒏𝒊 𝒔𝒂𝒏𝒈𝒂𝒕 𝒑𝒆𝒏𝒕𝒊𝒏𝒈 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒎𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕 𝒑𝒆𝒓𝒍𝒖 𝒅𝒊𝒃𝒆𝒌𝒂𝒍𝒊 𝒑𝒆𝒏𝒈𝒆𝒕𝒂𝒉𝒖𝒂𝒏 𝒑𝒓𝒂𝒌𝒕𝒊𝒔 𝒕𝒆𝒏𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒂𝒈𝒂𝒊𝒎𝒂𝒏𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒄𝒆𝒈𝒂𝒉 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒉𝒂𝒅𝒂𝒑𝒊 𝒌𝒆𝒃𝒂𝒌𝒂𝒓𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒋𝒂𝒌 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒍𝒊𝒏𝒈𝒌𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒓𝒖𝒎𝒂𝒉 𝒕𝒂𝒏𝒈𝒈𝒂," 𝒖𝒋𝒂𝒓 𝑰𝒘𝒂𝒏𝒈. 


Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh berbagai potensi kebakaran yang berada di sekitar rumah.


"𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒋𝒂𝒌 𝒔𝒆𝒍𝒖𝒓𝒖𝒉 𝒎𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕 𝑺𝒖𝒏𝒈𝒂𝒊 𝑩𝒆𝒓𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏𝒈𝒈𝒂𝒑 𝒓𝒆𝒎𝒆𝒉 𝒑𝒐𝒕𝒆𝒏𝒔𝒊 𝒌𝒆𝒃𝒂𝒌𝒂𝒓𝒂𝒏. 𝑯𝒂𝒍-𝒉𝒂𝒍 𝒌𝒆𝒄𝒊𝒍 𝒔𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝒑𝒆𝒏𝒈𝒈𝒖𝒏𝒂𝒂𝒏 𝒍𝒊𝒔𝒕𝒓𝒊𝒌, 𝒌𝒐𝒎𝒑𝒐𝒓, 𝒎𝒂𝒖𝒑𝒖𝒏 𝒔𝒖𝒎𝒃𝒆𝒓 𝒂𝒑𝒊 𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒑𝒆𝒓𝒉𝒂𝒕𝒊𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒂. 𝑱𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒖𝒏𝒈𝒈𝒖 𝒌𝒆𝒃𝒂𝒌𝒂𝒓𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒃𝒂𝒓𝒖 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒃𝒊𝒄𝒂𝒓𝒂 𝒕𝒆𝒏𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒕𝒂𝒏. 𝑳𝒆𝒃𝒊𝒉 𝒃𝒂𝒊𝒌 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒖𝒏 𝒌𝒆𝒔𝒂𝒅𝒂𝒓𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒃𝒆𝒍𝒖𝒎 𝒂𝒑𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒂𝒍𝒂 𝒅𝒂𝒓𝒊𝒑𝒂𝒅𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒆𝒔𝒂𝒍 𝒔𝒆𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝒌𝒆𝒃𝒂𝒌𝒂𝒓𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒋𝒂𝒅𝒊," 𝒕𝒆𝒈𝒂𝒔 𝑰𝒘𝒂𝒏𝒈. 


Sosialisasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa masyarakat bukan sekadar objek yang harus diselamatkan ketika bencana terjadi, tetapi merupakan kekuatan utama dalam mencegah kebakaran sejak awal.

Di lingkungan rumah tangga, kebakaran dapat berawal dari persoalan yang dianggap sepele. Kelalaian menggunakan peralatan listrik, kebocoran gas, hingga penggunaan sumber api tanpa pengawasan dapat berubah menjadi ancaman serius apabila tidak diantisipasi.


Keluarga dituntut memiliki pengetahuan dasar mengenai potensi bahaya kebakaran, tindakan yang harus dilakukan ketika api mulai muncul, serta langkah evakuasi untuk menyelamatkan anggota keluarga dan mengurangi risiko kerugian. Pemerintah dan unsur terkait mendorong lahirnya budaya cegah sebelum terjadi, tanggap ketika menghadapi, dan selamatkan sebelum terlambat.


Kegiatan di Kelurahan Sungai Beringin menjadi pengingat bahwa kekuatan menghadapi kebakaran tidak hanya berada di tangan petugas pemadam. Ada peran setiap kepala keluarga, ibu rumah tangga, pemuda, dan seluruh masyarakat.


𝑲𝒆𝒕𝒂𝒏𝒈𝒈𝒖𝒉𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒆𝒓𝒂𝒉 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒅𝒊𝒎𝒖𝒍𝒂𝒊 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒎𝒐𝒃𝒊𝒍 𝒑𝒆𝒎𝒂𝒅𝒂𝒎 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒂𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒆𝒕𝒊𝒌𝒂 𝒂𝒑𝒊 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒐𝒃𝒂𝒓. 𝑲𝒆𝒕𝒂𝒏𝒈𝒈𝒖𝒉𝒂𝒏 𝒊𝒕𝒖 𝒅𝒊𝒎𝒖𝒍𝒂𝒊 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒓𝒖𝒎𝒂𝒉, 𝒅𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒌𝒆𝒔𝒂𝒅𝒂𝒓𝒂𝒏 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒎𝒆𝒏𝒄𝒆𝒈𝒂𝒉 𝒔𝒆𝒃𝒆𝒍𝒖𝒎 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒕𝒆𝒓𝒍𝒂𝒎𝒃𝒂𝒕. (𝐓𝐇𝐎𝐍𝐊)

Komentar

Tampilkan

Terkini