Iklan

𝑳𝒖𝒓𝒂𝒉 𝑷𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒍𝒂𝒏 𝑻𝒖𝒋𝒖𝒉, 𝒀𝒖𝒔𝒓𝒊𝒛𝒂𝒍, 𝑴𝒆𝒏𝒅𝒂𝒎𝒑𝒊𝒏𝒈𝒊 𝑪𝒂𝒎𝒂𝒕 𝑻𝒆𝒎𝒑𝒖𝒍𝒊𝒏𝒈 𝑯𝒋. 𝑺𝒂𝒍𝒂𝒘𝒂𝒕𝒊, 𝑻𝒖𝒓𝒖𝒏 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒔𝒖𝒏𝒈 𝑻𝒊𝒏𝒋𝒂𝒖 𝑩𝒆𝒏𝒄𝒂𝒏𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒐𝒓𝒐𝒏𝒈 𝑲𝒂𝒍𝒊𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒏 𝟏𝟏.

Kamis, 20 Agustus 2026, 13.46 WIB Last Updated 2026-08-20T06:46:41Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


𝐆𝐚𝐫𝐝𝐚𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚.𝐜𝐨.𝐢𝐝. TEMPULING 𝟐𝟎 𝐀𝐠𝐮𝐬𝐭𝐮𝐬 𝟐𝟎𝟐𝟔 — Pemerintah Kelurahan Pangkalan Tujuh bergerak cepat menyikapi bencana alam yang terjadi pada Kamis subuh di Lorong Kalimantan 11, Kecamatan Tempuling. Lurah Pangkalan Tujuh, Yusrizal, SE, turun langsung melakukan peninjauan ke lokasi guna memastikan kondisi warga sekaligus melihat dampak yang ditimbulkan.



Peninjauan tersebut turut dihadiri Camat Tempuling Hj. Salawati, SH, MH, Sekcam Bizarimi, SE, TKSK Kecamatan Liza Fitria Anggraini, SP, Pendamping Dinas Sosial Ns. Dian Ernayanti, S.Kep, serta Kasi Kessos Agam Saputra, S.Kep.


Kehadiran jajaran pemerintah di lokasi menjadi bentuk respons cepat terhadap kondisi masyarakat. Pemerintah tidak ingin penanganan bencana berhenti pada laporan, tetapi memastikan kondisi warga diketahui secara langsung dan kebutuhan di lapangan dapat segera dipetakan.


Lurah Pangkalan Tujuh, Yusrizal, SE, mengatakan peninjauan dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah sekaligus langkah awal untuk mengetahui kondisi riil masyarakat terdampak.


"𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒕𝒖𝒓𝒖𝒏 𝒍𝒂𝒏𝒈𝒔𝒖𝒏𝒈 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒎𝒆𝒍𝒊𝒉𝒂𝒕 𝒌𝒐𝒏𝒅𝒊𝒔𝒊 𝒘𝒂𝒓𝒈𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒎𝒑𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒏𝒄𝒂𝒏𝒂 𝒅𝒊 𝒍𝒂𝒑𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏. 𝑷𝒆𝒎𝒆𝒓𝒊𝒏𝒕𝒂𝒉 𝒌𝒆𝒍𝒖𝒓𝒂𝒉𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒌𝒆𝒄𝒂𝒎𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒖𝒏𝒔𝒖𝒓 𝒕𝒆𝒓𝒌𝒂𝒊𝒕 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒖𝒔 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒐𝒐𝒓𝒅𝒊𝒏𝒂𝒔𝒊 𝒂𝒈𝒂𝒓 𝒌𝒆𝒃𝒖𝒕𝒖𝒉𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕 𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕 𝒔𝒆𝒈𝒆𝒓𝒂 𝒅𝒊𝒕𝒊𝒏𝒅𝒂𝒌𝒍𝒂𝒏𝒋𝒖𝒕𝒊," 𝒖𝒋𝒂𝒓 𝒀𝒖𝒔𝒓𝒊𝒛𝒂𝒍. 


Camat Tempuling, Hj. Salawati, SH, MH, menegaskan bahwa pemerintah kecamatan bersama kelurahan dan seluruh unsur terkait akan terus hadir mendampingi masyarakat yang terdampak.

Menurutnya, kehadiran pemerintah di lokasi bukan sekadar formalitas, tetapi untuk memastikan kondisi masyarakat dapat diketahui secara langsung serta penanganan dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.


"𝑺𝒆𝒕𝒊𝒂𝒑 𝒌𝒆𝒋𝒂𝒅𝒊𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒅𝒂𝒎𝒑𝒂𝒌 𝒌𝒆𝒑𝒂𝒅𝒂 𝒘𝒂𝒓𝒈𝒂 𝒕𝒆𝒏𝒕𝒖 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒑𝒆𝒓𝒉𝒂𝒕𝒊𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒎𝒆𝒓𝒊𝒏𝒕𝒂𝒉. 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒍𝒂𝒌𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒏𝒅𝒂𝒕𝒂𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒐𝒐𝒓𝒅𝒊𝒏𝒂𝒔𝒊 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒑𝒊𝒉𝒂𝒌 𝒕𝒆𝒓𝒌𝒂𝒊𝒕, 𝒌𝒉𝒖𝒔𝒖𝒔𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒑𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒃𝒖𝒕𝒖𝒉𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕 𝒕𝒆𝒓𝒅𝒂𝒎𝒑𝒂𝒌," 𝒖𝒄𝒂𝒑 𝑺𝒂𝒍𝒂𝒘𝒂𝒕𝒊. 


Ia menekankan, penanganan bencana membutuhkan kerja bersama. Koordinasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, Dinas Sosial dan unsur pendamping masyarakat harus diperkuat agar setiap langkah dapat dilakukan secara cepat dan tepat.


"𝒀𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒂𝒍𝒊𝒏𝒈 𝒖𝒕𝒂𝒎𝒂 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒐𝒏𝒅𝒊𝒔𝒊 𝒎𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕. 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏 𝒘𝒂𝒓𝒈𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒉𝒂𝒅𝒂𝒑𝒊 𝒔𝒊𝒕𝒖𝒂𝒔𝒊 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊𝒂𝒏. 𝑷𝒆𝒎𝒆𝒓𝒊𝒏𝒕𝒂𝒉 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒖𝒔 𝒎𝒆𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒌𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝒍𝒂𝒑𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒖𝒑𝒂𝒚𝒂 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒔𝒖𝒂𝒊 𝒌𝒐𝒏𝒅𝒊𝒔𝒊 𝒔𝒆𝒓𝒕𝒂 𝒌𝒆𝒃𝒖𝒕𝒖𝒉𝒂𝒏 𝒘𝒂𝒓𝒈𝒂," 𝒕𝒆𝒈𝒂𝒔 𝑺𝒂𝒍𝒂𝒘𝒂𝒕𝒊. 


Lurah pangkalan tujuh, Yusrizal, juga mengingatkan seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya hadir setelah persoalan menjadi besar, tetapi harus mampu membangun respons yang cepat ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.


"𝑺𝒆𝒎𝒖𝒂 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒑𝒆𝒓𝒏𝒂𝒉 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏𝒌𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒏𝒄𝒂𝒏𝒂 𝒕𝒆𝒓𝒋𝒂𝒅𝒊, 𝒕𝒆𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒌𝒆𝒕𝒊𝒌𝒂 𝒃𝒆𝒏𝒄𝒂𝒏𝒂 𝒅𝒂𝒕𝒂𝒏𝒈, 𝒓𝒆𝒔𝒑𝒐𝒏𝒔 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔 𝒄𝒆𝒑𝒂𝒕, 𝒕𝒆𝒓𝒖𝒌𝒖𝒓 𝒅𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒑𝒊𝒉𝒂𝒌 𝒌𝒆𝒑𝒂𝒅𝒂 𝒎𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕. 𝑷𝒆𝒎𝒆𝒓𝒊𝒏𝒕𝒂𝒉 𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔 𝒉𝒂𝒅𝒊𝒓 𝒃𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒌𝒂𝒕𝒂-𝒌𝒂𝒕𝒂, 𝒕𝒆𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂 𝒅𝒊 𝒕𝒆𝒏𝒈𝒂𝒉 𝒘𝒂𝒓𝒈𝒂," 𝒑𝒖𝒏𝒈𝒌𝒂𝒔 𝒀𝒖𝒔𝒓𝒊𝒛𝒂𝒍. 


Kejadian di Lorong Kalimantan 11 menjadi pengingat bahwa bencana bukan semata persoalan kerusakan fisik. Di balik setiap peristiwa, terdapat masyarakat yang membutuhkan kepastian, perlindungan dan perhatian.


Karena itu, sinergi seluruh unsur menjadi penting agar masyarakat terdampak mendapatkan pendampingan dan penanganan yang semestinya. Sebab bagi warga yang sedang menghadapi bencana, kehadiran pemerintah bukan sekadar simbol, melainkan bentuk nyata dari tanggung jawab negara.(𝐓𝐇𝐎𝐍𝐊)

Komentar

Tampilkan

Terkini