Iklan

𝒀𝒖𝒔𝒓𝒊𝒛𝒂𝒍 𝒅𝒂𝒏 𝑾𝒂𝒓𝒈𝒂 𝑷𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒍𝒂𝒏 𝑻𝒖𝒋𝒖𝒉 𝑩𝒆𝒓𝒔𝒂𝒕𝒖 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝑪𝒂𝒉𝒂𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒖𝒍𝒊𝒅 𝑵𝒂𝒃𝒊

Kamis, 20 Agustus 2026, 07.55 WIB Last Updated 2026-08-20T00:55:46Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


𝑮𝒂𝒓𝒅𝒂𝒎𝒆𝒅𝒊𝒂.𝒄𝒐.𝒊𝒅. TEMBILAHAN — Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Surau Nurul Afiqah RT 001/RW 001 Kelurahan Pangkalan Tujuh, Kecamatan Tempuling, berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan, Rabu malam, 19 Agustus 2026.



Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut turut dihadiri Lurah Pangkalan Tujuh, Yusrizal, bersama masyarakat setempat. Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi warga untuk mempererat silaturahmi sekaligus kembali menggali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.


Hadir sebagai penceramah, Ustadz Ali Murtopo, yang dalam tausiyahnya mengajak jamaah tidak menjadikan Maulid Nabi sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk memperbaiki akhlak dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan teladan dalam berbagai aspek kehidupan. Keteladanan tersebut tercermin dari sikap jujur, amanah, sabar, rendah hati, kasih sayang serta kepedulian terhadap sesama.


Ustadz Ali Murtopo mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan. Kecintaan tersebut harus dibuktikan dengan mengikuti ajaran dan akhlak yang telah dicontohkan Rasulullah.


“Mencintai Rasulullah bukan hanya dengan memperingati kelahirannya, tetapi bagaimana akhlak beliau kita hadirkan dalam kehidupan. Kejujuran, amanah, saling menghormati dan kepedulian kepada sesama harus menjadi bagian dari kehidupan kita,” demikian pesan yang disampaikan dalam tausiyahnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga persaudaraan dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan. Menurutnya, lingkungan yang kuat adalah lingkungan yang masyarakatnya mampu menjaga silaturahmi, saling membantu dan menyelesaikan persoalan dengan musyawarah.


Sementara itu, Lurah Pangkalan Tujuh, Yusrizal, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat yang telah menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi tersebut.


Menurut Yusrizal, kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga kuat secara moral dan sosial.


“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan masyarakat di Surau Nurul Afiqah ini. Pemerintah kelurahan tentu mendukung kegiatan keagamaan yang dapat mempererat silaturahmi sekaligus membangun nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Yusrizal.


Ia menegaskan, pemerintah kelurahan tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun masyarakat. Dukungan dan partisipasi warga menjadi kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, rukun dan harmonis.


“Pembangunan bukan hanya soal fisik. Kita juga harus membangun karakter masyarakat. Karena itu, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW seperti kejujuran, amanah, persatuan dan kepedulian harus terus kita hidupkan,” katanya.


Yusrizal juga mengajak seluruh masyarakat Pangkalan Tujuh untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai kesempatan memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menjaga hubungan baik antarwarga.


Peringatan Maulid Nabi tersebut digelar oleh Panitia Peringatan Maulid Besar Muhammad SAW 1448 H/2026 M Surau Nurul Afiqah RT 001 Pangkalan Tujuh. Ketua panitia, Heriyanto, bersama Sekretaris Kaspul Anwar, turut mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan bersama masyarakat.


Pesan yang lahir dari peringatan tersebut sederhana namun mendasar: Maulid bukan hanya tentang mengenang kelahiran seorang Nabi, tetapi tentang menghadirkan kembali akhlaknya dalam kehidupan. Sebab, ketika keteladanan Rasulullah hidup di tengah masyarakat, maka persaudaraan tidak sekadar menjadi slogan, dan kebersamaan tidak berhenti pada seremoni. (𝑻𝑯𝑶𝑵𝑲)

Komentar

Tampilkan

Terkini