Iklan

Skandal Kavling Bodong Sagulung :93 Warga Wali Melayu Laporkan Ke Polresta Barelang

Sabtu, 22 Agustus 2026, 17.16 WIB Last Updated 2026-08-22T10:16:14Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Gardamedia.co.id - Batam – Sebanyak 93 warga melaporkan dugaan penipuan jual beli kavling tanah di wilayah Wali Melayu, RT 02/RW 11, Kelurahan Sungai Binti, Kecamatan Sagulung, Batam, ke Polresta Barelang, Sabtu [22/8/2026].



Para korban mengaku telah membayar hingga puluhan juta rupiah sejak 2023, namun lahan yang dibeli kini berstatus dialokasikan kepada perusahaan.



Salah satu korban, M. Nur, menyebut dirinya tergiur iklan penjualan kavling di Facebook pada 2023. 


Seorang agen berinisial AS menawarkan lahan dengan harga bervariasi Rp 25 juta hingga di atas Rp 40 juta tergantung ukuran.


"Katanya lahan itu punya keluarga almarhum mantan anggota dewan, berstatus kampung tua dan tidak bermasalah. Pembayaran saya hanya diberi surat hibah," ujar Nur.


Menurut Nur, uang pembayaran diterima langsung oleh keponakan almarhum mantan anggota dewan berinisial FS.



Masalah baru muncul Juli 2026. Warga menerima surat dari Ditpam yang menyatakan lahan tersebut telah dialokasikan kepada PT Putra Jaya Sejati atau PT PJS.


Merasa dirugikan, warga akhirnya melapor ke Polresta Barelang. Jumlah korban yang terdata terus bertambah dan kini mencapai 93 orang.


"Kami minta pemerintah daerah dan pimpinan BP Batam turun langsung memberi solusi. Ini menyangkut tempat tinggal dan uang ratusan juta warga," kata Nur.



Kanit III Satreskrim Polresta Barelang AKP Muhammad Ridho membenarkan adanya laporan tersebut. 


Hingga kini polisi telah memeriksa 12 saksi dari kalangan warga.


"Terlapor ada dua orang, inisial AS dan FS. Dalam waktu dekat akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan peningkatan status ke penyidikan," kata Ridho.


Ridho menambahkan, pihaknya masih mendalami legalitas surat-surat yang diberikan kepada warga dan status kepemilikan lahan yang diklaim masuk kawasan kampung tua.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT PJS dan keluarga yang disebut dalam laporan belum memberikan keterangan resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab.


(Gun)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Olahraga

+