Iklan

THM Wilayah Nagoya Tutup Total Usai Pernyataan WAKA KABAGRESKRIM Ribuan buruh Pekerja & UMKM Terdampak, Aliansi LSM: "JANGAN PUKUL RATA"

Sabtu, 22 Agustus 2026, 22.41 WIB Last Updated 2026-08-22T15:41:24Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


BATAM, Gardamedia.co.id – Seluruh Tempat Hiburan Malam di kawasan Nagoya, Batam, tutup total. Penutupan masal ini buntut penindakan Bareskrim Mabes Polri dan pernyataan Waka Kabagreskrim Irjen Pol Nunung Syaifuddin terkait pemberantasan narkoba dan judi di tempat hiburan.


Akibatnya, ribuan pekerja terancam PHK. Dampaknya tidak berhenti di situ, UMKM dan tukang ojek di sekitar lokasi usaha juga ikut kehilangan pendapatan.



Ketua Umum Aliansi LSM ORMAS Peduli Kepri, Ismail Ratusimbangan, menilai penegakan hukum harus dilakukan secara bijaksana dan proporsional.



“THM dan Gelper ini usaha legal, punya izin. Kalau dijalankan sesuai aturan dan tidak jual narkoba, tidak ada judi, negara wajib melindungi. Jangan dipukul rata,” ujar Ismail di Batam, Sabtu [22/8/2026].



Ia menyoroti pernyataan Irjen Nunung Syaifuddin. Menurutnya, pernyataan itu tidak boleh disikapi secara sempit hingga membuat seluruh usaha hiburan lumpuh.



“Kalau ada Gelper yang jadi tempat judi, tindak tegas. Kalau ada THM jual narkoba, sikat. Tapi kalau bersih dan berizin, kenapa harus ditutup?” tegasnya.



Ismail menyebut penutupan total THM dan Gelper di Nagoya sudah menimbulkan masalah sosial baru.



“Faktanya, bukan hanya karyawan yang menganggur. Warung, UMKM, sampai ojek online di sekitar Nagoya ikut mati. Ini tanggung jawab bersama antara pemerintah dan kepolisian dalam menjaga investasi dan lapangan kerja,” katanya.



Ia membedakan THM/Gelper berizin dengan kasino. “Kasino jelas judi dan dilarang. Tapi usaha yang taat aturan, jalankan saja sesuai hukum. Kalau melanggar, proses hukum,” ujarnya.



Ismail meminta Pemko Batam, BP Batam, dan aparat kepolisian segera duduk bersama pelaku usaha untuk mencari jalan tengah. 



“Penegakan hukum penting. Tapi jangan sampai menimbulkan pengangguran massal. Jangan cuci tangan. Ini soal nasib ribuan keluarga di Batam,” pungkasnya.



Sebelumnya, Bareskrim Mabes Polri memang intens melakukan penindakan terhadap dugaan peredaran narkoba dan praktik perjudian di sejumlah THM di Batam, termasuk di kawasan Nagoya.



Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemko Batam dan Polresta Barelang terkait solusi bagi para pekerja terdampak. Redaksi membuka ruang hak jawab.


(Red )

http://Gardamedia.co.id*

Komentar

Tampilkan

Terkini

Olahraga

+