Iklan

Dari Dusun Parit Raja untuk Ketahanan Pangan desa Concong Dalam kec. Concong, Tunjukkan Langkah Nyata swasembada pangan.

Kamis, 10 September 2026, 22.40 WIB Last Updated 2026-09-10T15:40:51Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Gardamedia.co.id. CONCONG, INHIL – Swasembada pangan tidak cukup dibicarakan sebagai sebuah kebijakan, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata di lapangan. Semangat tersebut diwujudkan jajaran Polsek Concong bersama Forkopimcam Kecamatan Concong melalui kegiatan panen jagung di Dusun Parit Raja, Desa Concong Dalam, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir.



Kegiatan panen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat program ketahanan pangan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan produktif sebagai sumber ekonomi masyarakat dan pendukung swasembada pangan nasional.


Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Concong IPTU Anton Hilman, S.H., M.H., dengan melibatkan unsur pemerintah kecamatan, TNI, pemerintah desa, BUMDes, kepolisian serta masyarakat setempat.


Turut hadir Camat Concong Zulkarnain, Sekcam Concong Hariadi, Danpos Concong Pelda Suhaidi, Kepala Desa Concong Dalam Fauzi, Ps. Kasium Polsek Concong AIPDA Indra Kamal, Ps. Kanit Intelkam Polsek Concong AIPDA Heru Dirgantara, Bhabinkamtibmas Desa Concong Dalam BRIPKA Setio Wahyono, Bhabinkamtibmas Desa Sungai Betapit BRIPKA Rifki Pribadi R, personel Polsek Concong, jajaran BUMDes Desa Concong Dalam, Kepala Dusun Parit Raja Azwar serta pemilik lahan Amin.


Panen jagung tersebut merupakan hasil pengelolaan lahan produktif yang dikelola melalui BUMDes Desa Concong Dalam. Hasil panen menjadi bukti bahwa program ketahanan pangan dapat memberikan dampak nyata apabila didukung sinergi pemerintah, aparat keamanan, pemerintah desa dan masyarakat.


Camat Concong Zulkarnain menegaskan bahwa panen tersebut bukan sekadar aktivitas pertanian, melainkan bagian dari langkah konkret membangun kemandirian pangan dari tingkat desa.


“Ketahanan pangan tidak boleh berhenti sebagai slogan. Apa yang kita lakukan hari ini adalah bukti bahwa potensi desa bisa digerakkan untuk menghasilkan sesuatu yang nyata. Lahan produktif harus terus dimanfaatkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Zulkarnain.


Ia menilai desa memiliki posisi penting dalam mendukung agenda besar swasembada pangan nasional. Karena itu, sinergi lintas sektor harus terus diperkuat dan program yang sudah berjalan harus dikembangkan secara berkelanjutan.


“Jangan melihat panen ini hanya sebagai hasil pertanian hari ini. Kita harus melihatnya sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian pangan. Dari desa, dari lahan masyarakat, kita ikut memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan nasional,” ujarnya.


Sementara itu, Kapolsek Concong IPTU Anton Hilman, S.H., M.H., menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah sekaligus upaya mendorong masyarakat agar terus mengoptimalkan lahan produktif.


Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, sehingga hasil yang diperoleh tidak hanya berhenti pada satu kali panen, tetapi dapat menjadi kegiatan produktif yang berkelanjutan.


“Yang kita harapkan bukan hanya panennya, tetapi bagaimana kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mampu meningkatkan semangat masyarakat untuk mengelola lahan produktif,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Kepala Desa Concong Dalam, Fauji. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan di desanya.


Menurut Fauji, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada dukungan dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Desa Concong Dalam untuk bersama-sama menjaga, mengembangkan dan melanjutkan program pemanfaatan lahan produktif.


“Kami sangat berharap dukungan penuh dari seluruh masyarakat Desa Concong Dalam. Sebagaimana yang telah disampaikan Pak Camat dan Pak Kapolsek, program ketahanan pangan ini membutuhkan kebersamaan. Pemerintah desa tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat,” ujar Fauji.


Ia menegaskan, pemerintah desa akan terus mendorong berbagai potensi yang dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.


“Panen hari ini harus menjadi motivasi untuk kita bersama. Jangan berhenti sampai di sini. Mari kita manfaatkan lahan yang ada, kita jaga semangat gotong royong dan kita kembangkan program ini agar ke depan hasilnya semakin baik serta benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.


Panen jagung di Dusun Parit Raja tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa agenda besar swasembada pangan dapat dimulai dari langkah sederhana di tingkat desa.


Dari lahan yang dikelola, hasil yang dipanen, hingga masyarakat yang terlibat, semuanya menjadi bagian dari mata rantai ketahanan pangan yang harus terus diperkuat. (𝐇𝐚𝐝𝐢𝐠𝐮𝐬)

Komentar

Tampilkan

Terkini