Iklan

Membangun SDM Tak Cukup dengan Retorika, MAN 1 Inhil Buktikan Lewat OMI, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Berdaya Saing

Rabu, 09 September 2026, 18.37 WIB Last Updated 2026-09-09T11:37:50Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


𝐆𝐚𝐫𝐝𝐚𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚.𝐜𝐨.𝐢𝐝 TEMBILAHAN, 09 September 2026 — Pendidikan tidak boleh berhenti pada persoalan ruang kelas, nilai rapor, atau selembar ijazah. Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk menentukan wajah generasi dan arah masa depan daerah.


Semangat itulah yang mewarnai pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Indragiri Hilir yang berlangsung pada 7–9 September 2026. MAN 1 Indragiri Hilir dipercaya menjadi salah satu titik lokasi pelaksanaan ajang tersebut, mempertemukan para peserta dari berbagai madrasah dan sekolah di Kabupaten Indragiri Hilir.


Kegiatan dibuka secara resmi pada 7 September 2026 melalui Zoom oleh Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, H. Indra Sabarianto, S.Pd., M.Pd.


Dalam arahannya, H. Indra Sabarianto menegaskan bahwa OMI harus dipandang sebagai bagian dari strategi membangun sumber daya manusia madrasah yang unggul dan memiliki daya saing.


"OMI bukan sekadar ajang kompetisi ilmiah, melainkan wadah untuk membentuk generasi madrasah yang unggul, berdaya saing tinggi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas. Saya berharap para peserta dapat berjuang dengan maksimal dan membawa nama baik Kabupaten Indragiri Hilir hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.


Sebagai salah satu titik lokasi, MAN 1 Indragiri Hilir tidak sekadar menyediakan tempat pelaksanaan. Madrasah ini mengambil peran aktif memastikan seluruh proses berjalan tertib, profesional, dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta.


Kepala MAN 1 Indragiri Hilir, Ibrahim, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kepercayaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus amanah.


"Merupakan suatu kehormatan bagi MAN 1 Indragiri Hilir dapat dipercaya sebagai salah satu titik lokasi OMI tingkat kabupaten. Kami berkomitmen untuk memberikan sarana dan pelayanan terbaik demi kelancaran ujian seluruh peserta, baik dari madrasah kami sendiri maupun sekolah dan madrasah sahabat yang bergabung,” tuturnya.


Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat dikerjakan secara sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi, keterbukaan, dan kesediaan seluruh lembaga pendidikan untuk bergerak dalam satu tujuan: melahirkan generasi yang mampu bersaing, bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat provinsi dan nasional.


Pelaksanaan kegiatan berada di bawah koordinasi Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Drs. H. Alfian, M.A., yang memastikan aspek teknis sekaligus kesiapan peserta menjadi perhatian utama.


"Selain memastikan infrastruktur dan teknis ujian berjalan tanpa hambatan, kami juga berfokus pada pendampingan intensif peserta agar mereka siap secara mental dan akademik dalam menghadapi soal-soal olimpiade,” jelasnya.


OMI di titik lokasi MAN 1 Indragiri Hilir diikuti peserta dari sejumlah madrasah dan sekolah, yakni


- MA Miftahul Huda.

- Pon-Pes Sabilal Muhtadin.

- MA Jamiatul Islamiyah.

- PPTH.

- Pon-Pes Ummul Quran Annurani.

- SMA 1 Tembilahan.

- Pon-Pes Darul Rahman.

- MA Nailul Aman Al-Islami.

- MA Nurul Iman.


Bidang yang dipertandingkan mencakup Kimia, Matematika, Biologi, Fisika, Ekonomi, Geografi, dan Riset. Dan untuk memastikan peserta memperoleh pembinaan maksimal, MAN 1 Indragiri Hilir mengerahkan para guru pembimbing sesuai bidang keahlian masing-masing.


1. Syahbanur Ramadhan, S.Pd. membimbing Kimia.

2. Alfin Hidayaturrahmika, S.Pd. Gr. untuk Matematika,

3. Izma Rusela, S.Pd. Gr. untuk Biologi.

4. Siti Maisyaroh, S.Pd. Gr. untuk Fisika.

5. Dian Marisa, S.Pd. untuk Ekonomi.

6. Lidya Astuti, S.Pd. Gr. untuk Geografi.


Sementara bidang Riset diperkuat


1. Jumriah, S.Pd., M.

2. Yusuf, S.Pd. Gr.,

3. Gusti Rahmat, S.Th.I., M.Ag., Gr.,

4. H. Fahlivi Al Ihsanul Iqra, S.Pd. Gr.


Kehadiran para pembimbing tersebut memperlihatkan bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Ia membutuhkan sistem pembinaan, kompetensi guru, fasilitas yang memadai, serta keberpihakan yang nyata terhadap pengembangan potensi peserta didik. Sebab ketika seorang siswa berani berdiri di arena kompetisi, sesungguhnya yang sedang diuji bukan hanya kemampuan akademiknya. Di sana terdapat keberanian, disiplin, integritas, daya juang, dan tanggung jawab membawa nama lembaga serta daerah. Karena itu, keberhasilan OMI bukan hanya milik mereka yang nantinya meraih juara, ia adalah kemenangan bersama ketika semakin banyak anak Indragiri Hilir berani bermimpi lebih tinggi.


Pendidikan adalah investasi politik peradaban, bukan investasi untuk satu periode jabatan, dan bukan untuk satu generasi. Tetapi untuk masa depan daerah yang ingin berdiri sejajar dan berbicara lantang di tingkat provinsi hingga nasional. (𝐓𝐡𝐨𝐧𝐤)

Komentar

Tampilkan

Terkini